Datangkan Kapal Bantuan Angkut Pemudik, Tiketnya Semurah Ini

KM Kirana I
MUDIK: Penumpang kapal bersiap berangkat menggunakan KM Kirana I di Pelabuhan Sampit (HENY/RADAR SAMPIT)

Jumlah penumpang yang terangkut menggunakan kapal menuju Jawa dari 17 – 27 April 2022 tercatat sebanyak 7.628 orang. ”Terjadi penurunan sekitar 34 persen dikarenakan sebagian penumpang ada yang melewati Pelabuhan Kumai dan sebagian penumpang sudah mudik lebih awal pada awal Ramadan sebelum H-15 Lebaran,” kata Agustinus.

Agus menambahkan, rencananya masih ada dua call (keberangkatan) lagi yang diberangkatkan melewati Pelabuhan Sampit pada 29 April, yakni KM Kirana III dan kapal perbantuan dari KM Sabuk Nusantara 35 menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Bacaan Lainnya

”KM Sabuk Nusantara 35 ini merupakan retoting dari Dirjen Perhubungan laut untuk membantu angkutan Lebaran yang melewati Pelabuhan Sampit. Kapasitasnya 238 penumpang dan akan tiba di Sampit pada 28 April,” katanya.

Dia mengungkapkan, rute KM Sabuk Nusantara 35 sebenarnya bukan Pelabuhan Sampit, tapi melayani ke Pelabuhan Kumai dan Karimun Jawa, Semarang. Namun, dia mengusulkan agar diperbantukan ke Sampit.

”Diperkirakan KM Sabuk Nusantara 35 akan berangkat ke Surabaya pada 29 April. Untuk waktu dan tanggal kedatangan dan keberangkatan masih kami koordinasikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pantang Menyerah Suarakan Penggantian Nama Gerbang Sahati

Agus menambahkan, KM Sabuk Nusantara 35 merupakan salah satu kapal perintis yang dikenakan tarif tiket kapal dengan harga lebih terjangkau. ”Untuk tarif tiketnya sudah ditentukan kurang lebih Rp 27 ribu per penumpang dan tentunya sangat jauh lebih murah dibandingkan kapal PT Pelni dan PT DLU,” katanya.

Lebih lanjut Agustinus mengatakan, seluruh penumpang sebagian besar sudah melakukan vaksin dosis tiga (booster). ”Dari data yang kami peroleh sebagian besar kurang lebih 80 persen penumpang kapal sudah vaksin booster, kalau belum booster kami sudah menyiapkan pos layanan vaksinasi Covid-19 dan layanan pemeriksaan rapid tes antigen,” katanya.

Dia memastikan tidak ada satu pun penumpang yang kecolongan berangkat naik kapal tanpa tiket. Semua penumpang telah memenuhi persyaratan.

”Penumpang tanpa tiket itu tidak mungkin, karena proses cek dilakukan secara berlapis. Mulai dari verifikasi dokumen kesehatan oleh petugas KKP, cek tiket oleh operator dibantu anggota Polres dan Polairud dan kami juga dari KSOP menurunkan seluruh pegawai untuk membantu proses layanan embarkasi termasuk check in aplikasi PeduliLindungi. Sehingga saya pastikan semua penumpang sudah memenuhi syarat karena telah dilakukan proses verifikasi,” katanya.



Pos terkait