Datangkan Kapal Bantuan Angkut Pemudik, Tiketnya Semurah Ini

KM Kirana I
MUDIK: Penumpang kapal bersiap berangkat menggunakan KM Kirana I di Pelabuhan Sampit (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Puncak arus mudik Lebaran 1443 Hijriah pada H-5 di Pelabuhan Sampit dijejali ribuan penumpang. Kemarin (27/4) ada dua kapal yang mengangkut pemudik, yakni Kapal Motor (KM) Lawit milik PT Pelni dan KM Kirana 1 milik PT Dharma Lautan Utama (DLU).

Penumpang KM Lawit yang bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang sebanyak 1.150 orang, telah memenuhi Terminal Pelabuhan Sampit saat check in embarkasi dibuka sekitar pukul 07.00 WIB.

Bacaan Lainnya

”Untuk menghindari penumpukan dan kerumunan orang, proses check in sudah kami buka mulai pukul 07.00 WIB. Penumpang langsung diarahkan masuk ke kapal, sehingga tidak terjadi penumpukan,” kata Tutur Suryanto, Koordinator Wilayah Pelabuhan Sampit Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Sampit, Rabu (27/4).

Selanjutnya, pukul 09.30 WIB, giliran penumpang KM Kirana I yang bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Penumpang sebanyak 636 orang terlihat padat mengantre, bergegas melakukan check in di pintu masuk Terminal Pelabuhan Sampit.

Kurangnya pemahaman dari calon penumpang, membuat seluruh tim KSOP beserta petugas KKP ikut memandu untuk melakukan proses check in melalui sistem E-HAC di Aplikasi Peduli Lindungi dari handphone calon penumpang masing-masing.

Di sisi lain, untuk memastikan penumpang terangkut dengan aman sesuai syarat dan ketentuan, Dinkes Kotim menyediakan pos pelayanan vaksinasi Covid-19 di samping terminal pelabuhan dan layanan rapid tes antigen.

Sebanyak 40 calon penumpang melakukan vaksin dosis 2 dan 3. Selain itu, 35 penumpang melakukan rapid tes antigen untuk memenuhi persyaratan layak berlayar.

”Sesuai data kami yang terima dari penyedia jasa operator pelayaran, penumpang KM Lawit berjumlah 1.150 orang dan KM Kirana I berjumlah 636 orang, ditambah 4 mobil truk besar, 29 mobil pribadi dan 52 motor,” kata Agustinus Maun, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit.

Agustinus mengatakan, pada puncak arus mudik, jumlah penumpang kapal secara keseluruhan sebanyak 1.786 orang. Untuk jumlah jumlah pemudik tahun ini menurun jauh dibandingkan sebelum Covid-19 tahun 2019 lalu.

Jumlah penumpang yang terangkut menggunakan kapal menuju Jawa dari 17 – 27 April 2022 tercatat sebanyak 7.628 orang. ”Terjadi penurunan sekitar 34 persen dikarenakan sebagian penumpang ada yang melewati Pelabuhan Kumai dan sebagian penumpang sudah mudik lebih awal pada awal Ramadan sebelum H-15 Lebaran,” kata Agustinus.

Agus menambahkan, rencananya masih ada dua call (keberangkatan) lagi yang diberangkatkan melewati Pelabuhan Sampit pada 29 April, yakni KM Kirana III dan kapal perbantuan dari KM Sabuk Nusantara 35 menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

”KM Sabuk Nusantara 35 ini merupakan retoting dari Dirjen Perhubungan laut untuk membantu angkutan Lebaran yang melewati Pelabuhan Sampit. Kapasitasnya 238 penumpang dan akan tiba di Sampit pada 28 April,” katanya.

Dia mengungkapkan, rute KM Sabuk Nusantara 35 sebenarnya bukan Pelabuhan Sampit, tapi melayani ke Pelabuhan Kumai dan Karimun Jawa, Semarang. Namun, dia mengusulkan agar diperbantukan ke Sampit.

”Diperkirakan KM Sabuk Nusantara 35 akan berangkat ke Surabaya pada 29 April. Untuk waktu dan tanggal kedatangan dan keberangkatan masih kami koordinasikan,” ujarnya.

Agus menambahkan, KM Sabuk Nusantara 35 merupakan salah satu kapal perintis yang dikenakan tarif tiket kapal dengan harga lebih terjangkau. ”Untuk tarif tiketnya sudah ditentukan kurang lebih Rp 27 ribu per penumpang dan tentunya sangat jauh lebih murah dibandingkan kapal PT Pelni dan PT DLU,” katanya.

Pos terkait