Dialog Publik Pemuda untuk Uji Kandidat Pilkada Kotim 

Belum Puas karena Terbatasnya Waktu, Apresiasi Inisiatif Generasi Muda

dialog publik
DIALOG: Dua kandidat Pilkada Kotim menghadiri dialog publik yang digelar OKP Kotim, Selasa (9/10). (RADO/RADAR SAMPIT)

Gabungan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar dialog publik untuk menggali lebih dalam sosok serta visi misi kandidat Pilkada Kotim. Hanya dua kandidat yang menghadiri kegiatan itu.

RADO, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Ratusan pemuda dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan OKP di Kota Sampit, memenuhi Gedung Serbaguna Sampit, Selasa (8/10) malam lalu. Mereka ingin menyaksikan kecakapan para calon pemimpin daerah dan rencana yang dibangun untuk masa depan Kotim.

Dari tiga paslon peserta Pilkada Kotim 2024, hanya dua kandidat yang memenuhi undangan. Paslon petahana tak muncul dalam kegiatan tersebut.

”Tujuan kegiatan ini sebagai sebagai forum serta pendidikan politik untuk anak muda. Harapannya, anak muda tidak apatis dan pragmatis terhadap politik,” kata Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kotim Achmad Julianto.

Julianto menuturkan, kegiatan tersebut menjadi wadah anak muda untuk menyampaikan aspirasi kepada para calon kepala daerah. Dengan menyediakan panggung politik yang sesuai selera anak muda, harapannya lebih antusias menyikapi pemilu.

Selain itu, lanjutnya, melalui edukasi politik tersebut, diharapkan anak muda Kotim tidak mudah terprovokasi dan terlibat dalam penyebaran ujian kebencian atau semacamnya.

Achmad melanjutkan, kegiatan itu menjadi sarana bagi calon kepala daerah untuk menyampaikan visi dan misi masing-masing, sehingga anak muda Kotim memiliki gambaran terhadap pasangan calon (paslon). Hal itu akan mempengaruhi pilihan atau penyaluran hak suara nantinya.

”Harapan kami dengan mereka, generasi muda mendengarkan visi misi dari paslon. Mereka jadi punya pilihan. Hal ini juga untuk menghindarkan mereka dari golput,” katanya.

Sementara itu, paslon nomor urut dua Sanidin-Siyono, hanya dihadiri calon wakil bupati Siyono. Adapun paslon nomor urut tiga, Muhammad Rudini-Paisal Damarsing hadir langsung didampingi tim pemenangannya.

”Kami tidak bisa memaksa mereka harus hadir. Tapi, yang jelas kami sudah menyampaikan pada semua paslon terkait kegiatan ini. Kapasitas kami bukan KPU, jadi paslon tidak wajib hadir dalam kegiatan yang kami gelar,” ucapnya.

Dia berharap diskusi publik bersama OKP Kotim dapat kembali digelar agar generasi muda bisa menyalurkan aspirasi. Tidak harus acara besar hingga menyewa gedung, cukup acara sederhana untuk generasi muda Kotim menyampaikan uneg-unegnya.

Ketua Panitia Dialog Publik Calon Kepala Daerah Fast Andreian Tuuni mengatakan, ada delapan OKP yang berkolaborasi dalam acara itu, di antaranya GMKI, GMNI, Pemuda Katolik, KNPI, dan BEM se-Kotim.

”Kami sudah mempersiapkan kegiatan ini sejak sebulan lalu. Kami ingin memberikan ruang bagi anak muda kita untuk mengenal para paslon, supaya lebih mudah dan ceria, serta bisa memilih calon pemimpin yang cocok dan layak,” katanya.

Undangan bagi setiap paslon disampaikan dua pekan sebelum acara. Pihaknya telah berupaya menyesuaikan jadwal kegiatan dengan waktu luang paslon untuk memberikan kesempatan yang seimbang memperkenalkan diri, serta visi-misi bagi generasi muda.

”Sebenarnya kami mau ketiganya hadir, supaya generasi muda bisa mengenal semua paslon. Tapi, kami juga tidak bisa memaksakan mereka hadir,” katanya.

Perwakilan paslon nomor urut tiga, Rudini, mengapresiasi pemuda-pemudi yang tergabung dalam Cipayung Kotim atas inisiatif menggelar diskusi publik tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah.

”Melalui kegiatan ini, mereka membantu mengenalkan kami, calon-calon kepala daerah dan program-program kami. Walaupun belum semua bisa kami sampaikan karena waktu yang terbatas,” katanya.

Pos terkait