Dinas Perikanan Kotim Tegaskan Komitmen Budidayakan Ikan Jelawat

budidaya ikan
TEBAR IKAN: Tebar calon indukan ikan jelawat di kolam milik UPR Sangkuriang Desa Kandan Kecamatan Kotabesi, Kamis (13/10). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Perikanan berkomitmen terus membudidayakan ikan jelawat. Hal itu juga untuk melestarikan ikan kerap disebut dengan lauk manjuhan oleh warga lokal tersebut.

”Tujuan budidaya ikan jelawat salah satunya untuk melestarikan ikan lokal yang kemungkinan pada saat ini keberadaannya sudah sangat langka,” kata Kepala Dinas Perikanan Kotim Ahmad Sarwo Oboi melalui Kepala Seksi (Kasi) Bidang Perikanan Budidaya, Fahrul Jainal Ilmi, Kamis (13/10).

Bacaan Lainnya
Pasang Iklan

Dia melanjutkan, Dinas Perikanan Kotim akan selalu memberikan pembinaan, khususnya bagi kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) di Kotim. Harapannya, dengan budidaya ikan jelawat  dapat menambah pendapatan pokdakan dan melestarikan ikan lokal.

”Harapan kami, budidaya ikan jelawat dapat menambah pemasukan bagi pokdakan. Di samping itu, mereka juga ikut melestarikan ikan jelawat,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Kotim Minta Perbankan Arahkan CSR untuk Korban Banjir

Budidaya ikan jelawat di wilayah ini mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin. Sebagai wujud dukungan tersebut, BPBAT Mandiangin memberikan bantuan calon induk ikan jelawat, yang nantinya akan dikembangkan pokdakan di Desa Kandan, Kecamatan Kotabesi.

Seperti yang dilakukan Kamis (13/10), BPBAT Mandiangin menyerahkan total 250 ekor calon induk ikan jelawat kepada Ketua Kelompok Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Sangkuriang yang diketuai oleh Darsimin, di Desa Kandan, Kotabesi.

”Alhamdulillah, kami sudah melakukan tebar indukan ikan jelawat di kolam milik Kelompok UPR Sangkuriang Desa Kandan, dengan bobot ikan rata-rata 1 kg/ekor,” katanya.

Fahrul menuturkan, berdasarkan keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI) Nomor 16 Tahun 2022 tentang Kampung Perikanan Budidaya, menetapkan Kotim sebagai kampung perikanan budidaya di Desa Kandan.

Dia berharap, selain calon indukan, ada dukungan sarana yang lain guna mendukung kampung perikanan budidaya di Kotim melalui pemerintah pusat, seperti dukungan sarana pakan mandiri. (yn/ign)



Pos terkait