“Semoga saja tidak ada pelajar kita yang menjadi pecandu narkoba. Saat ini data yang kami himpun sama sekali tidak ada,” ungkapnya.
Vico menambahkan, banyak dampak buruk penggunaan narkoba bagi kesehatan fisik generasi muda. Obat terlarang tersebut memiliki efek merusak pada organ tubuh. Seperti rusaknya hati, paru-paru, dan otak. “Misalnya, bahaya penggunaan narkoba seperti kokain, bisa meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan kejang,” tukasnya.
Dipaparkannya pula, upaya yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah, yakni membuat tata tertib sekolah, melakukan razia intensif dan spontan. Selain itu bekerjasama dengan instansi terkait guna penyuluhan dan sosialisasi, menggunakan ekstrakurikuler sebagai sarana pencegahan, serta memasukkan materi tentang narkotika ke dalam kurikulum pengajaran.
“Jadidampak tidak langsung narkoba adalah uang dan harta benda habis terkuras. Selain itu dikucilkan masyarakat dan dari pergaulan orang-orang baik, serta tidak dipercaya lagi oleh orang lain. Karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal,” pungkas Vico.(daq/gus)








