Disdik Kota Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

Disdik Kota Palangkaraya,Jayani,kurikulum merdeka,kurikulum merdeka belajar
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani. (istimewa)

PALANGKA RAYA, RadarSampit.com – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya siap menerapkan implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tahun 2024 mendatang. Hal ini juga dalam  rangka mewujudkan visi dan misi wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, antara lain meningkatkan sarana dan prasarana terkait dunia Pendidikan di kota setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani menyampaikan, langkah itu juga sebagai bentuk strategi Disdik untuk kota Palangka Raya Pendidikan terjamin dan terjaga. Sebab selama pendemi covid-19 memastikan bahwa dunia Pendidikan tidak berhenti,sehingga berbagai terobosan dan cara diberlakukan agar proses  pendidikan terus berjalan. Seperti melaksanakan belajar jarak jauh, meskipun terkendala berbagai hal.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, walaupun sebenarnya pembelajaran itu efektif nya harus tatap muka. Mengingat pembelajaran jarak jauh itu harus menggunakan perangkat Infomasi Teknologi dan berbagai aplikasi, penting, agar  tersambung dengan jaringan internet.

Jayani menegaskan, penerapan kurikulum merdeka, lantaran agar bisa mengejar ketinggalan.Dalam penerapannya terus dilakukan evaluasi, selain sekolah penggerak.  ”Saat ini harus mendorong kesiapan sekolah agar bisa mengimplementasikan kurikulum merdeka,” ujarnya, Selasa (15/11).

Diterangkannya, nanti para guru akan dilatih terlebih dahulu. Menurutnya, konsep sekolah penggerak  dan guru penggerak ini memiliki kewajiban untuk berbagi ke sekolah lain, ke guru lain, sehingga kurikulum itu terlaksana dengan baik.

“Kurikulum merdeka mengajar ini disederhanakan, memprioritaskan pada kebutuhan, pengajaran disederhanakan. Tidak ada target yang diselesaikan. Artinya sekian bab harus diselesaikan dalam jangka waktu, tetapi lebih kepada tujuan pembelajaran sendiri. Proses belajar lebih sederhana, sesuai kebutuhan anak atau peserta didik” papar Jayani.

Ia menekankan, Disdik juga melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tahapan kebutuhan anak. Artinya ketepatan anak menerima pembelajaran sehingga hal itu perlu dipahami para guru, dan materinya lebih materi penting.  Selain itu proses pembelajaran tidak lepas di setiap jenjang satuan Pendidikan.

“Kita sudah siapkan tahapan, sekarang di luar sekolah penggerak , sebab sekolah penggerak memang didampingi, stimulus dari pusat dan bos, pendampingan selama 3 tahun, didukung pemerintah daerah. Agar lebih banyak maka kita dorong terus, dan kepala sekolah harus bisa semangat dan ada terobosan agar bisa jadi sekolah penggerak,” paparnya.

Jayani menambahkan, bagi di luar sekolah penggerak, melalui IKM implementasi kurikulum merdeka, bagi sekolah yang belum, maka dinas Pendidikan memandang mereka harus menyiapkan diri dan selalu dilibatkan.

“Contohnya disdik mendorong sekolah-sekolah dengan memanfaatkan konsep belajar mandiri atau IKM, ada wadah atau forum merdeka mengajar. Di forum itu ada informasi atau data  yang dibutuhkan  guru dalam menerapkan kurikulum merdeka, dari materi tentang kurikulum, contoh mengajar dengan paradigma baru, perangkat pembelajaran,” urainya.

Dengan langkah itu tambah Jayani, diharapkannya peserta didik untuk tetap bersemangat belajar dan berdoa agar masa-masa sulit ini segera usai. Sedangkan tenaga pendidik, diharapkan tetap bersemangat dalam melakukan proses belajar mengajar. Sebab, kehadiran guru sangat penting terutama dalam kondisi saat ini.

”Tahun ini, pendidikan menjadi salah satu fokus utama bagi pemerintah kota. Apalagi dalam kondisi pandemi saat ini, maka itu peserta didik harus tetap semangat. Hal itu bisa memberikan suntikan motivasi dan semangat bagi guru-guru agar tetap menjaga kualitas pendidikan, dan mencetak SDM yang berkualitas di Kota Palangka Raya,” pungkas Jayani S.pd. M.Si(daq/gus)

Pos terkait