DPKUKMP Pastikan Kecukupan Elpiji di Palangkara Raya Selama Ramadan dan Idulfitri

disperindag
TEKAN INFLASI: Kepala DPKUKMP Palangka Raya Samsul Rizal,  saat menggelar operasi pasar belum lama ini untuk warga Kota Palangka Raya. (Dodi/Radar Palangka)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) setempat,  memastikan ketersediaan elpiji 3kilogram  di Palangka Raya,  aman sampai Idul Fitri 1445 Hijriah.

Kepala DPKUKMP Palangka Raya Samsul Rizal menyampaikan, bersama stakeholder terkait, pihaknya memastikan ketersediaan elpiji 3kilogram di seluruh kota  aman,  selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

Bacaan Lainnya

“Sebab di bulan Ramadan ini pihak Pertamina juga ada melakukan penambahan terhadap elpiji 3kilogram, karena permintaan mengalami peningkatan,”ujarnya, Senin (18/3/2024).

Menurut Samsul, berdasarkan data yang dihimpun selama Februari 2024 penggunaan gas elpiji 3kilogram berada di angka 258.160 tabung. Peruntukannya gas tersebut digunakan oleh masyarakat yang tidak mampu dan para pelaku usaha setempat.

“Di bulan Ramadan ini tentu permintaan meningkat karena banyak pelaku usaha menyediakan makanan serta takjil untuk masyarakat berbuka puasa, sehingga tabung gas elpiji oleh pihak Pertamina ditambah,” paparnya.

Baca Juga :  Apes! Riduan Hanya Diupah Rp400 Ribu, Tapi Masuk Penjara Tujuh Tahun

Diuraikannya, selain gas elpiji 3 kilogram, warga Kota Palangka Raya juga menggunakan gas elpiji 5,5 kilogram sebanyak 29.932 tabung, elpiji 12kilogram sebanyak 22.184 tabung  dan elpiji 50 kilogram sebanyak 528 tabung selama Februari 2024.

“Kami akan selalu memonitor terkait ketersediaan gas elpiji 3 kilogram atau bersubsidi tersebut. Karena kalau tidak diawasi takutnya ada oknum-oknum yang menyalahgunakan peruntukannya,” imbuh Samsul Rizal.

Selain itu pihaknya juga meminta keaktifan masyarakat apabila ada menemukan oknum menyalahgunakan gas elpiji bersubsidi, agar segera laporkan ke kepolisian terdekat. Samsul pun menegaskan, saat ini para agen elpiji di daerah setempat menjual elpiji 3kilogram tersebut menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Hal itu dilakukan agar oknum masyarakat tidak bisa melakukan pembelian gas elpiji 3kilogram dalam jumlah yang banyak dan kembali dijual dengan harga di luar harga eceran tertinggi, yakni Rp22 ribu per tabungnya. Ingat kami awasi,”pungkasnya. (daq/gus)



Pos terkait