SAMPIT, radarsampit.com – Gelanggang digital bisa menentukan suksesi Pemilu 2024 maupun elektabilitas dan keterpilihan kontestan. Pasalnya, sebagian besar pemilih di Kabupaten Kotawaringin Timur akrab dengan internet. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim memperlihatkan besarnya dominasi usia pemilih yang lekat dengan jejaring maya tersebut.
Ketua KPU Kotim Muhammad Rifqi, Senin (24/7), mengatakan, ada tiga segmentasi daftar pemilih yang telah mereka klasifikasi, diantaranya generasi X, Y, dan dan Z. Pengelompokan generasi tersebut didasari pada rentang usia, yakni Gen Z kelahiran 1997-2012 dengan usia antara 9-24 tahun.
Kemudian, Gen Y atau milenial kelahiran 1981-1996 dengan usia antara 25-40 tahun pada 2021, Gen Xkelahiran 1965-1980 berusia antara 41-56 tahun,dan Baby Boomers kelahiran 1946-1964 berusia antara 57-75 tahun.
Adapun pemilih di Kotim, generasi X (43-58 tahun) tercatat sebanyak 86.162 pemilih (28,38 %), generasi Y (27-42 tahun) sebanyak 111.813 pemilih (36,83%), generasi Z (kurang dari 27 tahun) sebanyak 73. 574 pemilih (24,23 %), generasi Baby Boomers (59-77 tahun) sebanyak 29.525 pemilih (9,72 %), dan terakhir generasi Pre Baby Boomers (lebih 77 tahun) sebanyak 2,534 pemilih (0,83 %).
Menurut Rifqi, segmentasi atau klasifikasi pemilih tersebut memiliki karakter pendekatan masing-masing untuk turut terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
”Dari segi usia, generasi X dan generasiY adalah tingkat pemilih yang paling besar. Hal itu jadi tantangan bagi KPU (untuk meningkatkan partisipasi pemilih),” kata Rifqi.
Mengacu sejumlah sumber, generasi muda saat ini cenderung hidup dalam era digitalisasi dan tengah bertransformasi dari arah kehidupan konvensional. Tentunya hal itu akan lebih memudahkan penyelenggara dalam melakukan sosialisasi, karena akan lebih tepat sasaran dan mengena.
”Saat ini dunia digital perkembangannya sangat pesat. Generasi X dan Y ini mereka yang memahami digital dan ini keuntungan bagi kami. Artinya, media sosialisasi melalui digital, seperti media sosial, website, termasuk berita juga bisa diakses mereka. Jadi,sosialisasi menggunakan media digital itu juga menjadi perhatian bagi KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilihnya,” ujarnya.
Mengenai target partisipasi pemilih, komisioner berlatar belakang jurnalis dan pengacara ini menambahkan, berada diatas 70 persen sesuai target secara nasional. Untuk Kotim, dia optimistis bisa melebihi itu, karena pada pemilu sebelumnya tingkat partisipasi diatas 76 persen.
Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya KPU gencar menggaet pemilih pemula untuk ikut andil sebagai pemilih aktif. Sekolah yang terdata sebagai sebaran pemilih pemula pada pemilu 2024 mendatang disambangi dalam sosialisasi tersebut.
”Untuk pemilih pemula,dari beberapa kali kami turun ke sekolah, minat mereka terlihat tinggi, karena ini merupakan hal yangbaru bagi mereka.Jadi,pemilih pemula, terutama mereka yang baru berusia 17 tahun ke atas, pada pemilu yang akan datang pertama kali mencoblos,” ujarnya.
Sementara itu, dominasi generasi Y pada Pemilu 2024 diprediksi bakal memengaruhi siasat kampanye pada kontestan pesta demokrasi yang akan berlaga. Mengutip artikel yang dimuat aido.id, Generasi Y merupakan generasi yang tak dapat lepas dari gadget. Sebab,semua hal yang mereka lakukan kebanyakan berhubungan dengan internet. Mulai dari bekerja, bertukar pesan, sampai berkencan melalui aplikasi dating.
Generasi Y biasa dikenal sebagai generasi milenium atau milenial. Generasi ini lebih banyak menggunakan teknologi komunikasi instan atau serba cepat, seperti email, chat, dan lainnya.








