Guru Tersingkir Wajah Baru

Bertugas di Pedalaman, Gugur saat Pengumuman

guru
ILUSTRASI.(RADAR BOJONEGORO/JAWAPOSGROUP)

Sementara itu, pantauan Radar Sampit, sejumlah guru tenaga kontrak berkumpul di Kantor Sekretariat PGRI di Jalan Ahmad Yani. Mereka menunggu hasil keputusan rapat yang digelar Ketua PGRI Kotim bersama pengurusnya. Rapat internal yang berlangsung kurang lebih tiga jam itu juga diikuti sejumlah kepala sekolah.

Ketua PGRI Kotim Suparmadi mengatakan, rapat yang dilaksanakan secara internal ini ditujukan untuk menampung suara tenaga kontrak, khususnya para guru yang tak lolos. Pihaknya berupaya mencari solusi bagaimana agar tenaga kontrak guru yang tidak lulus dapat tetap bekerja menjadi tenaga honor.

”Dengan adanya hasil seleksi, tentu banyak suara yang disampaikan tenaga kontrak. Karena itu, kami melaksanakan rapat intern bagaimana mencari solusi agar guru yang tidak lulus tetap bisa mengajar dengan status sebagai guru honor sekolah,” ujarnya.

Dia berharap agar pihak sekolah dapat terbuka menerima memperkerjakan guru honor. ”Saran dari kami untuk mengatasi kebutuhan guru, sekolah tetap membuka atau menerima mereka sebagai guru honor apabila anggarannya tersedia. Berapa pun gajinya disepakati sama-sama,” ujarnya.

Baca Juga :  CATAT!!! Peserta Seleksi CASN Wajib Tes Antigen

Selain itu, Suparmadi berharap pihak perusahaan mau membuka lowongan pekerjaan bagi tenaga kontrak yang tidak lulus. ”Saya berharap dari pihak perusahaan mau menerima atau membantu menggunakan dana CSR,” katanya.

Pengumuman hasil seleksi dan evaluasi tenaga kontrak (tekon) di lingkup Pemkab Kotim memang menuai kritik dari ratusan tekon yang tak lulus. Mereka mempertanyakan hasil seleksi yang tak disampaikan secara transparan dan terkesan ditutup-tutupi.

Pos terkait