Guru Tersingkir Wajah Baru

Bertugas di Pedalaman, Gugur saat Pengumuman

guru
ILUSTRASI.(RADAR BOJONEGORO/JAWAPOSGROUP)

Sambil berurai air mata, tenaga kontrak guru yang bertugas di Kecamatan Kotabesi ini kecewa berat dengan kebijakan seleksi yang dinilai tidak adil. ”Saya kira tidak ada gunanya tes tertulis kalau ujung-ujungnya hasilnya seperti ini. Banyak pihak yang melibatkan orang dalam. Apalah daya kami yang tidak punya kedekatan dengan ‘orang dalam’. Kami hanya berjuang menjawab soal dengan sungguh-sungguh dan saya yakin saya sudah menjawab sebaik mungkin, tetap saja hasilnya tidak lulus,” ucapnya sambil mengusap air matanya.

Sebagai tulang punggung keluarga, dia mengaku berat menghadapi masa depan selanjutnya setelah kehilangan pekerjaannya. ”Orang tua di rumah sedih. Menangis mengetahui kabar saya tidak lulus. Saya kasihan dengan orang tua yang sudah keluar uang banyak menguliahkan saya, ternyata dihadapkan pada cobaan seperti ini,” ujarnya.

Tenaga kontrak guru lainnya menegaskan, dirinya tak bisa langsung banting setir mencoba usaha lain atau menjadi petani. ”Kami ini sarjana pendidikan. Kami tidak punya pengalaman. Kalau yang lulusan sarjana pertanian mungkin cocok,” ujarnya.

Baca Juga :  Baru Dua Kandidat Mencuat, PWI Kotim Siap Pilih Ketua Baru

Kekecewaan juga disampaikan tenaga kontrak guru yang bertugas di Telaga Antang. Pasalnya, kedua tenaga kontrak yang mengajar di SD Rantau Sawang dinyatakan tidak lulus.

”Guru di SD itu hanya ada dua. Saya dan teman saya. Kalau kami berdua ini tak lulus, bagaimana nasib murid kami? Siapa yang mau mengajari mereka? Jarang ada guru yang mau ditugaskan di daerah pedalaman. Kami yang sudah berkorban mengabdikan diri mengajar di daerah hulu, jauh dari kota malah tidak lulus,” ujarnya.

Pos terkait