Harga Beras Terus Melambung, Jokowi Perintahkan untuk Stabilisasi

ekonomi 2 utama
KELANCARAN DISTRIBUSI: Warga mengantre membeli beras dengan harga terjangkau saat operasi pasar di Pasar pucang, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

JAKARTA, radarsampit.com – Terus melambungnya harga beras di pasaran memang membuat masyarakat resah. Pasalnya, kenaikan harga beras cukup tinggi dan belum ada tanda-tanda penurunan harga.

Apalagi beras merupakan kebutuhan pokok sehingga lonjakan harganya cukup berdampak bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Senin (12/2/2024), harga beras premium berada di angka Rp 15.750 per kilogram (kg), mengalami kenaikan 0,77 persen dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar Rp 15.630 per kg.

Sedangkan harga beras medium sebesar Rp 13.830 per kg, mengalami kenaikan sebesar 0,88 persen dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar Rp 13.710 per kg.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kelancaran distribusi stok beras hingga ke pasar tradisional dan modern.

Menurut Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, dirinya dan sejumlah menteri terkait serta bulog ditugaskan untuk mendistribusikan stok beras yang ada di Bulog ke pasar, untuk merespons laporan kelangkaan stok beras.

Baca Juga :  Kemendagri Bantah Monopoli Pemilihan Pj Kepala Daerah

“Saat ini di (Pasar Induk Beras) Cipinang stoknya termasuk tinggi, di atas 34 ribu ton, dan ini yang harus sampai ke pasar-pasar tradisional dan modern market. Sekali lagi perintahnya adalah ‘banjiri pasar’,” ujar Arief di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/2/2024).

Arief bersama Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi dan Menteri BUMN Erick Thohir akan meninjau Pasar Induk Beras Cipinang untuk memastikan bahwa proses bongkar beras dari pelabuhan langsung bisa dibawa ke pasar induk dan didistribusikan ke ritel-ritel.

“Jadi izinkan kami bekerja sama dengan seluruh ritel yang ada. Pagi ini saya bersama dengan Bulog dan para peritel akan membahas ini semua untuk mengisi pasar ritel,” tutur dia.

Ia pun menegaskan bahwa program pemberian bantuan pangan beras tidak berpengaruh terhadap stok beras di pasaran.

Namun, bantuan yang bersumber dari stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog itu ditiadakan sementara selama 8-14 Februari 2024 untuk menghormati penyelenggaraan Pemilu 2024.



Pos terkait