Istri Jemput Anak Ngaji, Suami di Rumah Gantung Diri

bunuh diri,gantung diri,Suami di Rumah Gantung Diri,tali gantung diri,radar sampit,sampit,berita sampit,bunuh diri sampit,gantung diri sampit
Ilustrasi. (net)

SAMPIT, Radarsampit.com – Usman (45), warga asal Desa Mekar Jaya, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di dalam rumahnya, Senin (27/6) sore pukul 16.00 WIB.

Usman gantung diri menggunakan seutas tali yang diikatkan di kayu atap rumah setinggi kurang lebih 2,5 meter. Di tempat tersebut juga ditemukan kursi tamu yang diduga digunakan untuk titian bunuh diri.

Bacaan Lainnya

Jasad Usman pertama kali ditemukan oleh istrinya. Sebelumnya, istri Usman sedang berada di luar untuk menjemput anaknya mengaji. Kembali ke rumah, saksi mendapati pintu rumah dalam keadaan tidak terkunci rapat.

Saksi kemudian memanggil suaminya, namun tak ada jawaban. Tiba di ruang tengah rumah, saksi terkejut dan mendapati sang suami dalam kondisi leher tergantung tali nilon dan sudah tak bernyawa.

Sambil menangis, sang istri berteriak minta tolong hingga terdengar warga. Tak lama, jasad Usman yang masih posisi tergantung langsung dievakuasi oleh petugas Kepolisian.

Baca Juga :  Cegah Penyelundupan Narkoba, Polisi Awasi Jasa Pengiriman

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Parenggean IPTU Supriyono membenarkan peristiwa gantung diri tersebut. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda kekerasan ditemukan di tubuh Usman, murni meninggal dunia karena gantung diri.

”Dari hasil pemeriksaan kami sementara, yang bersangkutan diduga nekat mengakhiri hidupnya karena depresi. Selama ini, orangnya memang tertutup dan pendiam,” ungkap Supriyono, Selasa (28/6) kemarin.

Supriyono menambahkan, kasus ini masih terus didalami oleh pihak Kepolisian. Sementara, untuk jenazah sudah dikembalikan ke rumah duka untuk dimakamkan.

Pos terkait