Jalan Arut Utara Jadi Bubur, Pelajar Harus Bawa Baju Cadangan saat ke Sekolah

Jalan Rusak
RUSAK PARAH: Kondisi jalan utama dari Pangkur menuju Desa Sungai Dau, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini.

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Sudah bertahun-tahun warga di sejumlah desa di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), memimpikan insfratruktur jalan yang layak dilewati. Sebab, jalan yang ada saat ini rusak parah laksana bubur.

Kondisi tersebut membuat warga harus berjibaku dengan lumpur ketika akan beraktivitas. Terjungkal dari kendaraan akibat licinnya jalan bukan hal yang aneh. Berangkat rapi, di tengah perjalan sudah mandi lumpur.

Bacaan Lainnya

Jeritan warga pun seolah menjadi musik sumbang di tengah gencarnya pembangunan di Bumi Marunting Batu Aji. Warga akhirnya mencoba berdamai dengan kondisi buruknya infrastruktur jalan di tempat mereka.

Warga Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat Repiyadi mengungkapkan, jalan puluhan kilometer yang menghubungkan desa terujung Sungai Dau yang berbatasan dengan Seruyan itu menuju ibukota Kecamatan Arut Utara di Kelurahan Pangkut hampir 70 persen rusak parah.

“Jalan ini dulunya dibangun dengan pola konsorsium, setelah purna tugas tidak tersentuh lagi,” ungkapnya, Jumat (5/7 2024).

Baca Juga :  AC Meledak, Rumah Warga Bagendang Jadi Arang

Menurutnya, penimbunan baru-baru ini justru semakin menyusahkan warga. Timbunan justru diambil dari kiri dan kanan jalan, sehingga jalan menjadi bubur. Bukan hanya roda dua, tetapi roda empat kewalahan melintas di jalan tersebut.

Kondisi tersebut bukan hanya berdampak pada tersendatnya mobilisasi orang dan barang, tetapi juga berdampak pada peserta didik yang akan berangkat dan  pulang sekolah.

“Bisa dibayangkan anak-anak yang berangkat sekolah, para pekerja, dan masyarakat yang akan berurusan ke ibukota kecamatan harus membawa baju dan celana pengganti dari rumah, ibaratnya berangkat paian rapi tapi pulang pakaian kotor berlumpur,” bebernya.

Bahkan beberapa waktu lalu, mobil ambulans yang membawa pasien dari Puskesmas Desa Sambi nyaris masuk jurang akibat tergelincir, saking licinnya jalan.

Saat ini warga terpaksa nekat melewati jalan tersebut karena merupakan akses satu-satunya.

Hasil monitoring dan evaluasi beberapa waktu lalu dengan menggunakan mobil double cabin mereka menempuh perjalanan dengan kondisi jalan rusak dari ibukota kecamatan sampai ke desa terujung (Sungai Dau) dengan jarak tempuh 4 jam lebih.



Pos terkait