Jembatan Bukit Rawi Ditarget Rampung 2022

Jembatan Bukit Rawi
CEK JALAN: Kepala Dinas PUPR Kalteng, Shalahuddin bersama jajarannya meninjau lokasi banjir di wilayah Bukit Rawi, belum lama ini.(YUSHO/RADAR PALANGKA)

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Shalahuddin memastikan, pembangunan pile slab atau jembatan layang di wilayah Bukit Rawi terus dipacu untuk mengejar target penyelesaian.

Banjir musiman yang selalu terjadi di wilayah tersebut menjadi salah satu alasan pengerjaan jembatan layang tersebut harus selesai sesuai target pada 2022 mendatang. Terlebih ruas jalan ini dianggap cukup strategis, karena menjadi penghubung ibu kota provinsi dan sejumlah kabupaten di wilayah timur.

Bacaan Lainnya

“Dinas bersama Kementerian dalam hal ini, pihak balai sudah meninjau pembangunan jembantan layang ini. Sekarang ini pengerjaan terus dilanjutkan, sehingga target 2022 tidak ada lagi masalah banjir di sana,” katanya, Jumat (4/6) kemarin.

Pengerjaan jembatan layang yang merupakan kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional tidak mengalami kendala, meski beberapa waktu yang lalu ruas jalan tersebut kembali tergenang banjir musiman.

Baca Juga :  Ratusan Tiket Mudik Gratis Ludes

Shalahuddin memastikan, pemerintah provinsi tetap memonitor perkembangan pengerjaan jembatan tersebut. Hal ini untuk memastikan tahapan pelaksanaan tidak mengalami kendala dan target penyelesaian dapat terpenuhi.

“Memang ada banjir juga cukup lama, namun pengerjaan jembatan layang tetap berlansung untuk penanganan bagian atasnya. Jadi dapat dipastikan pengerjaan tidak terhenti, sehingga saya yakin kalau terus begini dapat selesai sesuai target,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, penanganan jembatan layang di wilayah Bukit Rawi ini berbeda dengan yang ada di wilayah Tumbang Nusa. Sebab, jalan yang berada di bawah jembatan masih bisa digunakan oleh masyarakat pada musim kering. Namun jika banjir, semua arus lalu lintas akan dialihkan melalui jembatan layang.

“Kalau musim kering, yang dari daerah Barito bisa lewat bawah dan yang dari arah Palangka Raya lewat jembatan. Tapi kalau sudah banjir, semua arus lalu lintas akan dialihkan lewat atas,” pungkasnya. (sho/fm)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *