Jembatan Saharaan Jebol Saat Dilintasi Truk Sawit

jembatan jebol 2
JEBOL: Jembatan Saharaan, Desa Mekar Mulya, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau jebol setelah dilintasi truk bermuatan sawit. (Istimewa/Radar Sampit)

NANGA BULIK, radarsampit.com- Satu unit truk bermuatan tandan buah segar sawit terguling di Jembatan Saharaan, Desa Mekar Mulya, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau. Akibatnya jembatan tua tersebut tidak bisa lagi dilintasi kendaraan berat.

“Tadi ada truk muatan sawit yang terguling setelah lewat jembatan. Karena jembatan ada yang bolong di sisi kanan jembatan jadilah si mobil ambil jalan tengah. Sampai di tengah, jembatan jebol dan ambruk mobilnya. Pagar pembatas jembatan sisi kanan juga patah,” ucap Fuad salah satu warga desa setempat.

Kepala Desa Mekar Mulya, Herlangga Triatmaja saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak desa telah lama mengajukan perbaikan jembatan tersebut ke pemda.

“Bahkan tiap tahun selalu kami ajukan di Musrenbangdes. Namun belum juga dikabulkan sampai saat ini,” ujarnya.

Untuk itu tahun ini ia berinisiatif bermohon kepada pihak perusahaan terdekat agar dapat bekerja sama dalam pembangunan Jembatan Sungai Saharaan tersebut.

“Alhamdulillah dapat lampu hijau, ada pihak perusahaan yang akan membantu. Untuk sementara ini rehab total jembatan kayu dan selanjutnya mereka minta konsorsium atau MoU bersama dengan Bupati untuk pembangunan jambatan beton yang diperkirakan biayanya kurang lebih Rp 3 Miliar. Kabarnya minggu ini pak Sekda sedang mengupayakan pertemuan tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  Ini Pesan Gus Muwafiq saat di Lamandau

Ia berharap rencana perbaikan jembatan tersebut bisa segera terwujud. Karena Jembatan Saharaan adalah jalur utama untuk keluar masuk desa mereka.

“Jembatan ini mulai besok akan kami rehab bersama perusahaan, dan bagi pengguna jalan agar menunda perjalanan keluar masuk desa dulu, terutama bagi truk muatan TBS di atas dua ton. Besok tidak dapat lewat selama dalam perbaikan, karena kami tidak ada jalan alternatif,” tegasnya. (mex/sla)

Pos terkait