Kelancaran Distribusi Elpiji Jadi Parameter Pengendalian Inflasi

hiswana migas
MUSCAB: Bupati Kotim Halikinnor bersama sejumlah pejabat lainnya menghadiri pembukaan Muscab V DPD Hiswana Migas Sampit di Aquarius Boutique Hotel Sampit, Senin (22/4/2024). (HENY/RADARSAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Ketersediaan dan kelancaran distribusi elpiji tiga kilogram menjadi parameter ukur dalam pengendalian inflasi di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Hal itu disampaikan Bupati Kotim Halikinnor saat menghadiri sekaligus membuka Muscab V DPD Hiswana Migas Sampit di Aquarius Boutique Hotel Sampit, Senin (22/4/2024).

Bacaan Lainnya

”Selama Maret 2024 ini, kelompok bahan bakar rumah tangga memberikan andil atau menyumbang inflasi year on year sebesar 0,03 persen dan sampai tahun ini. Pemkab Kotim masih punya pekerjaan rumah yang belum selesai mengkonversi minyak tanah ke elpiji tiga kilogram,” kata Halikinnor.

Dia menuturkan, Pemkab Kotim telah berupaya mengkonversi minyak tanah ke elpiji. Dengan begitu, kuota elpiji untuk 17 kecamatan di Kotim bisa didistribusikan merata.

”Dari 17 kecamatan ini, baru sebelas kecamatan yang sudah dikonversi. Saya sudah bertemu dirjen migas, mudahan tahun ini, konversi dari minyak tanah ke elpiji di enam Kecamatan Kotabesi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang dan Antang Kalang dapat segera terealisasi,” katanya.

Baca Juga :  Siap Bersinergi Dukung Program Pemerintah

Di samping itu, Halikinnor mengakui distribusi elpiji di pangkalan dan penjualan elpiji di atas harga eceran tertinggi (HET) masih menjadi masalah setiap tahun.

”Saya harapkan masalah ini tidak hanya ditangani pemerintah daerah, tetapi menjadi prioritas Hiswana Migas Sampit selaku induk pangkalan dan kepanjangan tangan Pertamina untuk melakukan pemerataan pangkalan di kelurahan hingga desa,” katanya.

Pemkab Kotim akan terus berkomitmen mendukung Pertamina sebagai operator penyalur migas dalam melaksanakan kebijakan distribusi migas dari pemerintah pusat. Baik pelaksanaan BBM satu harga melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) satu harga, pembangunan Pertashop diseluruh pelosok serta kegiatan PT Pertamina lainnya.

”Ke depan diharapkan sinergitas Pemkab Kotim, Hiswana Migas, dan PT Pertamina dapat semakin baik, karena permasalahan yang dihadapi terus bertambah,” katanya. (hgn/ign)



Pos terkait