PANGKALAN BUN – Korban banjir di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) saat ini sangat membutuhkan bantuan material papan untuk membuat panggung di dalam rumah. Panggung tersebut sebagai tempat menaruh barang berharga dan sebagai tempat tidur sementara bagi warga korban banjir.
Sayangnya karena banyak diburu masyarakat, harga papan meningkat dari biasanya. Untuk papan lokal dengan kualitas A harganya mencapai Rp 35 ribu per kepingnya.Untuk 10 keping papan, kasau, dan paku, warga harus merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah, belum lagi biaya transportasi.
Kesulitan yang dihadapi masyarakat korban banjir mengetuk hati Forum Komunikasi Solidaritas Mendawai (FKSM) untuk memberikan donasi sebanyak 10 kubik papan atau setara 620 keping papan kepada korban banjir di Kelurahan Mendawai.
Ratusan keping papan itu dibeli dari uang hasil swadaya seluruh anggota FKSM, bukan hanya papan dengan koordinasi bersama pemerintah Kelurahan Mendawai mereka juga memberikan bantuan ratusan paket sembako, serta pemeriksaan kesehatan gratis kepada warganya.
Sekretaris Lurah Mendawai, M Aswin Musani menyampaikan, dengan meningkatnya debit air di Sungai Arut dan meluap ke permukiman, berakibat bencana banjir di kawasan bantaran sungai. “Banyak rumah warga yang terendam air akibat air sungai meluap di Kotawaringin Barat pada umumnya dan Kelurahan Mendawai pada khususnya,” ujarnya, Selasa (14/9).
Ia menjelaskan bahwa papan yang akan disalurkan kepada masyarakat dari FKSM sebanyak 10 kubik, dan sementara yang sudah disalurkan sebanyak 5 kubik.
Menurutnya, masing-masing RT yang ada di Kelurahan Mendawai akan mendapatkan sebanyak 35 keping dan saat ini baru didistribusikan dari RT 2 sampai RT 9. Dan nantinya pendistribusian ke korban yang benar-benar terdampak dilakukan oleh masing-masing ketua lingkungan setempat.
Selain untuk warga yang benar-benar terdampak rencananya papan tersebut juga digunakan untuk membangun jembatan darurat di ruas-ruas jalan permukiman di Mendawai yang terendam air.”Jumlah papan kayu diberikan sebanyak 35 keping setiap RT baru didistribusikan ke RT 02 sampai RT 09 dan diperuntukan bagi warga yang rumahnya betul-betul terendam,” tegasnya.
Ia juga menyebut, bantuan sembako juga diberikan oleh pihak ke tiga yaitu PT Menthobi Jaya sebanyak 50 paket yang mana sebelumnya paket sembako tersebut untuk warga yang terpapar Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Namun mengingat bahwa saat ini angka kasus turun dan hampir tidak ada di kelurahan setempat maka pihak kelurahan berinisiatif mengalihkan ke korban banjir. Bantuan sembako tersebut digabungkan dengan bantuan 100 paket serupa dari Dinas sosial Kotawaringin Barat sehingga totalnya menjadi 150 paket.
Guna mengantipasi dampak lain bagi korban banjir terutama dampak kesehatan, Puskesmas Mendawai, BPBD Kobar, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta Huma Singgah Iyah juga melaksanakan pengobatan gratis selama 2 hari bertempat di pos RT 8, TPA di RT 10 dan RT 21.”Untuk yang terdampak banjir kurang lebih 500 KK termasuk lahan pertanian warga di daerah Karang Anyar berupa tanaman sawi, kacang dan tanaman hortikultura lainnya,” pungkasnya. (tyo/sla)







