Asesmen Nasional Bukan Pengganti Ujian

GLADI BERSIH: Sejumlah pelajar SMP Negeri 3 Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat saat bersiap menjalani gladi bersih pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Selasa (14/9) (SLAMET HARMOKO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN-Setelah menjalani simulasi Asesmen Nasional serentak untuk semua jenjang pendidikan, langkah selanjutnya berupa gladi bersih yang wajib diikuti oleh pelajar yang telah terdaftar sebagai peserta. Seperti yang dilaksanakan SMP Negeri 3 Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng Rabu (14/9) kemarin.

Operator pelaksana gladi bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Amin Subekti mengungkapkan bahwa bila sebelumnya simulasi dilakukan dengan menitikberatkan pada kesiapan sara dan prasarana, namun untuk gladi bersih menjadi salah satu acuan untuk kesiapan total sebelum pelaksanaan yang sebenarnya. “Kalau gladi bersih ini seluruh pelajar kelas delapan yang terdaftar sebagai peserta wajib hadir untuk mengikuti prosesnya. Dan pelaksanaannya memang dibatasi dengan pengaturan waktu masuk ruangan, karena penerapan protocol kesehatan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa para peserta asesmen nasional ini bukan sekolah yang menentukan, namun telah dipilih oleh Kemendikbud dengan mengambil basis data Dapodik. “Kita (sekolah) tidak bisa menentukan siapa yang ikut, semua diatur oleh pusat. Jumlah pelajar di sekolah kami yang terdaftar hanya 45 pelajar kelas VIII dan pelaksanaannya dibagi menjadi tiga sesi,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat Rustam Efendi menjelaskan bahwa rencananya menurut jadwal yang telah masuk, pelaksanaan asesmen nasional bagi pelajar ini akan dimulai pada 20-23 September mendatang yang akan dijalankan oleh SMK dan Paket C, kemudian pada 27-30 September giliran pelajar SMA.“Untuk SMP dan Paket B rencananya dilaksanakan pada tanggal 4-7 Oktober. Sedangkan untuk pelajar SD dan Paket A akan dilaksanakan dalam dua tahap yakni 8-11 dan 15-18 Nopember,” katanya.

Rustam menegaskan bahwa asesmen nasional bukan sebagai pengganti ujian nasional karena pesertanya tidak mencakup keseluruhan pelajar. Menurutnya ada tiga instrumen yang menjadi penilaian dalam asesmen nasional tersebut. Instrumen itu diantaranya adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter (SK), dan Survei Lingkungan Belajar. “Dari nilai ketiga instrumen tersebut akan digunakan untuk menentukan mutu dari satuan pendidikan,” katanya.

Meski keduanya berbasis komputer, namun metode penilaian asesmen nasional tersebut berbeda dengan ujian nasional. “Asesmen nasional menggunakan metode penilaian Computerized Multistage Adaptive Testing (MSAT). MSAT adalah metode penilaian yang mengadopsi tes adaptif, karena setiap siswa dapat melakukan tes sesuai level kompetensinya,” pungkas Rustam. (sla)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *