Korban Kue Ipau Bertambah

Dua Ibu Hamil Juga Keracunan, Sejumlah Korban Dirawat di Rumah Sendiri

pedagang kue ipau
PENYELIDIKAN: Anggota Satreskrim Polres Kotim datang ke tempat penjual kue ipau di Jalan Usman Harun, Sampit.

SAMPIT, RadarSampit.com – Korban keracunan makanan kue ipau terus bertambah, dari 35 orang menjadi 50 orang. Mereka tersebar di Kecamatan MB Ketapang, Kotabesi, Baamang, Cempaga, dan Antang Kalang.

“Ini berjalan terus, bahkan ada kasus sampai ke Desa Tumbang Kalang. Informasi terakhir ada penambahan 15 orang. Jadi ada sekitar sekitar 50 kasus.

Bacaan Lainnya

Harapan kita cukuplah sampai di 50 orang korban, jangan ada penambahan lagi. Sekarang ada yang diobati sendiri,” kata Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kotim Saulina Ari Tonang kemarin (1/4).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim Umar Kaderi menambahkan, semua korban membeli di tempat yang sama, yakni di salah satu rumah makan Jalan Usman Harun, Sampit. Ada yang beli di tempat dan ada yang beli secara online. Ada yang menitip dibelikan oleh keluarganya dan dibawa sampai ke Antang Kalang.

Menurut Umar, hingga Sabtu siang masih ada korban keracunan kue ipau yang baru masuk RSUD. Sebagian pasien di RSUD juga sudah boleh pulang karena membaik.

Baca Juga :  Kambuhnya ”Penyakit” Lama Wakil Rakyat Kotim

“Secara umum kondisinya saat ini Alhamdulillah membaik. Karena ini kan diare, jadi ada muntah ada diarenya juga, masyarakat kalau masih bisa bertahan di rumah mereka tetap bertahan. Kalau tidak bisa, baru di rawat di rumah sakit,” tutur Umar usai menjenguk kondisi korban keracunan di RSUD dr Murjani Sampit, Sabtu (1/4).

Jumlah korban bisa bertambah seiring laporan masyarakat dan laporan dari puskesmas. Karena itu, dinkes mengimbau puskesmas segera membuat laporan jika menemukan kasus keracunan tersebut.

“Puskesmas di wilayahnya itu bertanggung jawab untuk mengidentifikasikan kasus seperti ini sehingga dalam waktu singkat kita akan dapat informasi,” imbuhnya.

Umar menceritakan, saat mendengar kasus keracunan massal pada hari Kamis (30/1), pihaknya langsung turun ke lapangan untuk mendapatkan informasi yang berkembang di masyarakat.

“Ternyata pada saat itu awalnya hanya lima orang, kemudian tambah dua orang, dan bertambah terus sampai saat ini,” ujarnya.

Dinkes langsung mengambil Langkah-langkah, mulai dari mengumpulkan semua laporan masyarakat terkait dengan keracunan kue ipau.



Pos terkait