Korban Meninggal Kebakaran Kapal di Sungai Barito Bertambah

Diduga Membawa Bahan Mudah Terbakar

pencarian korban kapal
PENCARIAN: Tim Basarnas saat melakukan pencarian korban kebakaran dua kapal di DAS Barito, Desa Kalanis, Barsel. (Istimewa)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Sejumlah kru kapal yang hilang dalam insiden terbakarnya dua kapal di DAS Barito, Desa Kalanis, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan belum juga ditemukan hingga Senin (13/5/2024).

Di sisi lain, aparat kepolisian masih terus mengusut penyebab kapal terbakar dengan memeriksa sejumlah saksi.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya Anak Agung Ketut Alit Supartana melalui Kepala Seksi Operasi Basarnas Palangka Raya Salman mengatakan, proses pencarian korban hilang masih terus dilakukan.

Dia menuturkan, ada lima personel Basarnas dilibatkan. Pencarian dilakukan hingga radius 6-8 kilometer dari titik awal lokasi terbakarnya kapal.

”Masih nihil korban yang dinyatakan hilang. Nanti jika ada perkembangan lanjutan akan diinfokan. Tim melaksanakan pencarian hingga 6-8 km dengan menyusuri pinggiran sungai,” ujarnya melalui seluler.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, insiden tersebut masih dalam penyelidikan dan pengembangan.

Baca Juga :  Musim Haji 2024 Dibayangi Cuaca Ekstrem

Pihaknya memeriksa sejumlah saksi, salah satunya pemandu kapal. Diketahui kapal tugboat tersebut membawa bahan mudah terbakar berupa cairan. Belum diketahui penyebabnya tiba-tiba meledak.

”Sebelumnya, kapal dagang merapat dan kedua kapal berjejer. Lalu, cairan mudah terbakar itu dialihkan ke kapal dagang, namun tiba-tiba meledak.  Tugboat meledak dan menyambar ke kapal dagang,” ujarnya.

Erlan menambahkan, enam korban saat ini masih dilakukan pencarian. Adapun korban meninggal dunia bertambah. Salah satu korban berinisial H meninggal dunia setelah dirujuk ke Banjarmasin.

”Dari lima orang kru kapal Setia Baru 05, kapal dagang, tiga selamat saat insiden berinisial H, A, dan FN. Dua orang, KA dan R belum ditemukan. Namun, A meninggal dunia dan H juga meninggal setelah dibawa ke Banjarmasin. Jadi, untuk kapal dagang dua orang meninggal dunia,” ujarnya.

Adapun dari, berdasarkan informasi ada sepuluh orang. Satu pemandu kapal dan sembilan ABK. Dua orang terbakar di atas dan dua selamat. Enam kru lainnya menghilang.



Pos terkait