Kumai Usulkan Ratusan Program Pembangunan dalam Musrenbang

musrenbang kumai 1
MUSRENBANG: Pj Bupati Kotawaringin Barat, Anang Dirjo saat membuka Musrenbang Kecamatan Kumai di Pantai Kubu, Senin (13/2) (Prokom/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kumai dilaksanakan di kawasan wisata pantai pesisir terpadu Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (13/2/2023).

Alasannya karena pemerintah daerah berharap kegiatan itu harus membawa dampak langsung kepada masyarakat.

Pj Bupati Kobar Anang Dirjo menyampaikan bahwa tanggung jawab pembangunan di kabupaten menjadi tanggung jawab seluruh stake holder.

“Pembangunan bukan hanya kewajiban pemerintah daerah saja, namun kita harus bersinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk pihak swasta,” ujarnya.

Ia menilai porsi anggaran pembangunan sangat terbatas, untuk itu diperlukan kerjasama dan dukungan banyak pihak termasuk dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan.

Ditegaskannya bahwa dalam membantu masyarakat tidak boleh dilakukan setengah-setengah, untuk itu diperlukan koordinasi dengan semua pihak. “Ini demi membantu keterbatasan yang dimiliki masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Camat Kumai Abdul Gofur menyampaikan berbagai usulan pelaksanaan program kegiatan untuk tahun anggaran 2024.

Menurutnya untuk tahun anggaran 2024 ke depan, dari kecamatan Kumai telah disusun sejumlah 133 usulan program kegiatan. “Musrenbang ini adalah media untuk menyampaikan sejumlah usulan yang telah di verifikasi oleh dinas terkait sebelumnya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Satpam Perumahan Elit Di Pangkalan Bun Meninggal di Pos Jaga

Lanjut dia, sebagai kecamatan yang menjadi pintu pintu gerbang Kobar, Kumai diperlukan perhatian lebih dari pemerintah kabupaten. Terlebih di Kecamatan Kumai terdapat destinasi wisata yang lengkap, mulai dari wisata pantai, alam, hingga wisata bawah lautnya yang masih perlu kembangkan.

Selain itu, Kumai juga merupakan kota pelabuhan dan pusat perdagangan serta sebagai kecamatan pendukung kawasan industri. Dengan seabrek status yang disandang Kumai, ia mengaku sangat bangga namun belum berbanding lurus dengan pembangunan.

“Kumai kami harapkan mendapatkan porsi lebih di dalam pembangunan untuk menunjang berbagai statusnya tersebut,” pungkasnya. (tyo/sla)



Pos terkait