Libatkan Balai Latihan Kerja untuk Melatih Narapidana

LAPAS BLK
KERJASAMA: Perjanjian kerjasama antara Lapas Kelas IIB Sampit dengan Disnakertrans Kotim, terkait pelatihan keterampilan bagi WBP, Jumat (1/3/2024). (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendapatkan penguatan dukungan maksimal untuk pembinaaan kemandirian narapidana berupa pelatihan keterampilan.

Kali ini kerjasama dilakukan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotim.

Bacaan Lainnya

Perjanjian kerja sama penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi warga binaan di Lapas Kelas IIB Sampit ditandai dengan penandatanganan yang dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Sampit Meldy Putera dengan Kepala Disnakertrans Kotim Johny Tangkere di aula UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Sampit, Jumat (1/3/2024).

“Sesuai kedudukan dan kewenangan masing-masing kami bersepakat untuk melaksanakan kerjasama dalam penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi WBP Lapas Kelas IIB Sampit,” ujar Meldy.

Pihaknya meminta dukungan dari Disnakertrans Kotim melalui UPTD BLK Sampit untuk membantu pembinaan kemandirian narapidana Lapas Sampit agar berjalan maksimal, memberikan bekal pelatihan keterampilan.

“Terlaksananya kerjasama ini merupakan salah satu wujud pembinaan kemandirian bagi warga binaan di Lapas Sampit,” ucapnya.

Dirinya menyampaikan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan tugas dan fungsi Lapas Sampit. Perjanjian kinerja menjadi instrumen yang memandu evaluasi dan pengembangan capaian kinerja satuan kerja di bawah naungan Kemenkumham.

“Perjanjian kinerja tidak hanya menjadi sebuah kewajiban formal, tetapi sebuah komitmen nyata untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Evaluasi rutin akan dilakukan untuk memastikan bahwa langkah-langkah strategis ini memberikan dampak positif yang diharapkan,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sampit dapat menjadi contoh dalam memberikan pelayanan yang bermutu dan melayani dengan sepenuh hati kepada para warga binaan.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kotim Johny Tangkere sangat mengapresiasi dengan adanya program pelatihan keterampilan untuk WBP Lapas kelas IIB Sampit.

Tujuan Disnakertrans sesuai dengan tupoksinya yaitu melaksanakan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas masyarakat di Kotim tanpa terkecuali.

“Harapan kami dengan adanya pelatihan ini WBP mempunyai keterampilan yang berguna untuk bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujar Johny.

Perjanjian kerjasama ini merupakan langkah awal yang baik. Dimana pembinaan dan pemberian keterampilan yang dilakukan tidak hanya untuk masyarakat umum, namun juga diberikan kepada warga binaan pemasyarakatan di Lapas.

“Pembinaan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan dengan output perubahan positif baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun kualitas hidup seseorang, sehingga harapan kami para WBP dapat berubah menjadi individu yang lebih baik jika memiliki keterampilan dan skill yang bermanfaat,” tandasnya. (yn/yit) 

 

Pos terkait