Luapan Sungai Sampai Membelah Jalan

Ruas Jalan Temanggung Panji, Kota Kuala Kurun yang ambruk akibat tingginya intensitas hujan
Ruas Jalan Temanggung Panji, Kota Kuala Kurun yang ambruk akibat tingginya intensitas hujan yang memicu luapan air sungai, Rabu (24/5).(istimewa)

KUALA KURUN, Radar Sampit.Com– Tingginya intensitas hujan dan berlangsung lama mengakibatkan beberapa sungai mengalami ketidakmampuan menampung debit air, sehingga air meluap dan menutup badan jalan serta pemukiman warga. Luapan air juga mengakibatkan box culvert di Jalan Temanggung Panji Kota Kuala Kurun, ambruk.

”Jalan Temanggung Panji ambruk karena box culvert yang ada disana tidak dapat menampung debit air dari Sungai Sei Kulat,” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Baryen, Rabu (24/5).

Bacaan Lainnya

Kemudian lanjut dia, tim dari DPU ke lapangan mengecek lokasi ambruknya jalan tersebut. Dari pengecekan itu, akan dilakukan penanganan darurat sehingga bisa segera fungsional dan tidak terlalu lama menghambat arus lalu lintas di sana.

”Kami masih berupaya mencari bahan material kayu yang cukup, minimal untuk membuat jalan lintasan dulu. Kalau membuat timbunan tidak bisa, karena tanah di bawah amblas. Pembuatan jalan darurat ini paling cepat satu minggu,” ujar Baryen.

Baca Juga :  Habis Banjir, Jalan Rusak Parah

Dampak dari intensitas hujan yang tinggi, juga mengakibatkan Sungai Nyaharom meluap. Sejumlah ruas jalan seperti Letjen Suprapto, Adonis Samad, dan Jenderal Sudirman terendam.

”Meluapnya air Sungai Nyaharom karena box yang ada tidak mampu menampung debit air. Untuk mencegah hal serupa terjadi, kedepannya harus ada peningkatan kapasitas, ketinggian, dan dimensi box disitu,” tuturnya.

Sejauh ini lanjut Baryen, tim dari DPU yang terdiri dari bidang bina marga, sumber daya air serta perumahan dan kawasan permukiman, sudah turun ke lapangan untuk mencari karakteristik banjir yang terjadi sehingga dilakukan identifikasi masalah, sumber dan juga antisipasi. Selain itu, untuk menyusun pemetaan Survei Investigasi dan Desain (SID) untuk penanganan banjir dalam kota.

”Saya minta kepada tim ini untuk melakukan kontrol di lapangan supaya bisa tahu bagian mana yang harus dilakukan penanganan segera, sehingga kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” tegasnya.

Pantauan Radar Sampit, hujan yang mengguyur Kota Kuala Kurun selama kurang lebih sembilan jam kemarin, juga mengakibatkan pemukiman warga di Jalan Jenderal Sudirman, Letjen Suprapto, Sangkurun, Temanggung Panji, Ahmad Yani, Damang Sawang, dan Brigjen Katamso terendam. (arm/gus)



Pos terkait