Manfaatkan Lahan Kosong Sekitar Istana Kuning

Sebagai Pusat Pemasaran Produk Khas Daerah

lahan kososng istana kuning
PERLU DIMANFAATKAN: Lahan kosong di sekitar kawasan Istana Kuning Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (5/6) (SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Istana Kuning di Kota Pangkalan Bun menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Kobar. Setelah pandemi mulai mereda kawasan ini kembali dilirik oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Sehingga dibutuhkan sebuah konsep untuk mendukung wisata tersebut, termasuk penyediaan kawasan sebagai etalase UMKM yang menawarkan produk-produk khas daerah.

Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Antakusuma Pangkalan Bun, Hendra Cipta mengatakan, di sekitar kawasan Istana Kuning terdapat lahan kosong aset Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat yang belum termanfaatkan.

“Manfaatkan lahan kosong yang tidak produktif untuk pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) yang berkaitan dengan wisata, terutama untuk mendukung keberadaan Istana Kuning,” ujarnya, Minggu (5/6).

Menurutnya di lahan kosong tersebut dapat dibangun ruko kecil dengan arsitektur khas daerah yang peruntukannya menjual souvernir dan oleh-oleh khas Kotawaringin Barat.

Keberadaan ruko kecil dengan kekhasannya tersebut tentunya akan berdampak positif bagi peningkatan ekonomi pelaku UMKM di Kobar khususnya di Kota Pangkalan Bun.

“Sembari itu lebih mengenalkan bahwa di Kobar ada sebuah kerajaan yang dikenal dengan Istana Kuning, sehingga di kawasan tersebut akan lebih ramai nanti, sembari membeli oleh-oleh wisman mereka sekaligus bisa mengunjungi Iskun dan berswafoto,” harapnya.

Baca Juga :  Dua Hari, Dua Ribuan Warga Divaksin

Ia mencontohkan Yogyakarta atau di jalan menuju makam-makam Sunan, wisatawan akan menjumpai penjual oleh-oleh khas kota setempat.

Begitu pula di Malioboro yang berada tidak jauh dari Keraton Yogyakarta, banyak pelaku UMKM yang menjual batik dan kuliner khas Yogyakarta.“Bahkan ada kafe pendopo di sejumlah tempat di Yogyakarta,” imbuhnya.

Ia menyebut pernah mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk memindah tugu Adipura, dan mengubah Bundaran Adipura dengan tugu bersimbol Kesultanan Kutaringin.

Pos terkait