Mantap Nih! Peserta Pelatihan Dapat Peralatan Barista dan Booth Container Gratis   

disdik
WIRAUSAHA: Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur bersama LKP Borneo Hospitality School menggelar pelatihan barista sekaligus menyerahkan bantuan peralatan barista kepada peserta di Jalan Taman Siswa 1 No 4 Sampit, Jumat (17/5/2024).

SAMPIT, radarsampit.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur bersama LKP Borneo Hospitality School menggelar pelatihan barista sekaligus menyerahkan bantuan peralatan barista kepada peserta pelatihan di Jalan Taman Siswa 1 No 4 Sampit, Jumat (17/5/2024).

Kepala Dinas Pendidikan Kotim Irfansyah mengatakan, pendidikan kecakapan wirausaha ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian. Ini merupakan program dari Direktorat Kursus dan Pelatihan, Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud Riset dan Teknologi.

Bacaan Lainnya

”Kami apresiasi LKP Borneo Hospitality School yang menjadi satu satunya LKP di Kalteng mendapatkan program pendidikan kecakapan wirausaha dari Dirjen Pendidikan Vokasi. Terima kasih Pak Eko atas kerjasamanya, semoga LKP lain juga bisa mendapatkan program program seperti ini sehingga membawa manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Kotim,” ujar Irfansyah.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kotim Halikinnor yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Rusmiyati mengatakan, pemerintah menyusun berbagai program prioritas agar segala sumber daya termanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui program pendidikan kecakapan wirausaha.

Baca Juga :  Gara-gara Ini Harga Kebutuhan Pokok di Katingan Melonjak

”Ini menjadi kebanggaan dan keberuntungan Kotim, karena Kotim satu satunya kabupaten di Kalteng yang mendapatkan program ini di Kalteng. Semoga peserta pendidikan kecakapan wirausaha ini nantinya bisa mandiri dan meningkatkan perekonomian Kotim,” ujar Rusmiyati.

Direktur LKP Borneo Hospitality School Eko Supriyanto mengatakan, pelatihan barista secara gratis ini diikuti 25 orang selama 42 hari. Peserta dibagi menjadi lima kelompok. Masing masing kelompok mendapatkan peralatan barista dan dan booth container.

”Peserta pelatihan tidak dibebani biaya apapun. Semua peralatan barista dan booth container diberikan secara gratis. Peserta dilatih mulai dari meracik beragam minuman, manajemen usaha, hingga marketing. Kami membimbing sampai mereka bisa membuka usaha secara mandiri,” ujar Eko.

Lebih lanjut Eko menjelaskan bahwa tempat pelatihan LKP Borneo Hospitality School kurang representatif. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkannya untuk menggelar pendidikan kecakapan wirausaha.



Pos terkait