Banyak yang Rusak, Titian Ulin Jalur Poros Abdul Hamid  Raja Seberang Nyaris Putus

titian ulin raja seberang
Salah satu titik kerusakan Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Raja Seberang, Minggu (19/5/2024) (Istimewa)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Jalan menuju pusat permukiman di perbatasan RT 02 dan 03, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), semakin mengkhawatirkan.

Jembatan kayu ulin yang merupakan jalan utama masyarakat untuk beraktivitas sudah hancur di beberapa titik. Meski demikian, belum ada upaya dari pemerintah daerah untuk memperbaikinya.

Bacaan Lainnya

Jalan berupa jembatan yang sudah uzur tersebut sudah tidak layak lagi digunakan. Jalan perlu dipermanenkan dengan cor beton atau dilakukan penimbunan dengan tanah.

Kondisi tersebut sangat membahayakan warga, terlebih di jembatan yang tidak sampai 1 kilometer menuju Jalan Ahmad Shaleh lintas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama itu tidak ada penerangan sama sekali.

“Padahal di Jalan Abdul Hamid itu ada sekolah dan tempat ibadah, pusat permukiman warga dan kantor kelurahan, tetapi anehnya tidak tersentuh pembangunan,” keluhan Riko warga RT 02, Kelurahan Raja Seberang, Minggu (19/5/2024).

Baca Juga :  Wajib Putar Balik Bila Tak Bawa Surat Bebas Covid-19

Menurutnya, anggaran kelurahan menjadi kedodoran untuk tambal sulam. Harga ulin ukuran panjang 2 meter mencapai Rp 50 ribu per keping.

Jalan Abdul Hamid bukan satu-satunya jalan jembatan yang dalam kondisi rusak. Di bantaran sungai itu banyak titik jembatan yang dalam kondisi yang mengenaskan.

“Butuh sentuhan pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, jembatan sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini dimana arus kendaraan yang melintas sudah semakin padat,” ungkapnya.

Warga lainnya, Diman, mengungkapkan bahwa kondisi infrastruktur di Kelurahan Raja Seberang sangat timpang dengan kondisi infrastruktur permukiman bantaran Arut di seberangnya. Terutama wilayah Mendawai yang menjadi prioritas pembangunan.

“Kalau di seberang sana sangat diprioritaskan, padahal sama-sama bantaran sungai, marilah bersama membangun dengan  berkeadilan,” harapnya. (tyo/yit)



Pos terkait