Menanti Peta Politik Pilkada Kotim Tahun Ini

Kandidat Potensial Berguguran di Pemilu Legislatif

ilustrasi pilkada
Ilustrasi Pilkada

SAMPIT, radarsampit.com – Peta politik pemilihan kepala daerah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun ini diyakini bakal menarik. Hasil pemilu bisa menjadi acuan para elite mengarahkan dukungan.

Di sisi lain, sejumlah calon potensial yang digadang maju justru berguguran dalam pertarungan pemilu legislatif.

Bacaan Lainnya

Pemerhati Politik dan Kebijakan Publik di Kotim, Bambang Nugroho mengatakan, pilkada 2024 akan menarik diikuti. Apalagi sejumlah nama yang diprediksi akan bertarung dalam bursa calon kepala daerah gagal meraih suara merebut kursi wakil rakyat.

Elite politik di Kotim yang mencaleg dan sebelumnya disebut-sebut bakal bertarung dalam Pilkada Kotim November mendatang, di antaranya Jhon Krisli dan Rudini. Para tokoh politik itu gagal menduduki kursi wakil rakyat, kalah bersaing dengan caleg lainnya.

”Itu tolok ukurnya, karena  saya lihat ada nama-nama yang sebelumnya diperkirakan lolos ke DPRD, ternyata tidak dan kemungkinan akan ada nama baru yang menggantikannya di bursa penantang petahana di pilkada Kotim nantinya,” ujarnya, Kamis (29/2/2024).

Meski demikian, Bambang menilai pesta demokrasi tahun ini agak ganjik. Sebabnya, hasil pilpres tidak linear dengan perolehan suara partai politik. Misalnya, jagoan PDIP, Ganjar-Mahfud, tumbang dalam pilpres. Namun, perolehan suara partai justru melejit.

”Ini anomali, karena hasil pilegnya berbeda dengan pilpres yang cenderung ambruk. Artinya ini menuai tanda tanya juga,” kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, perolehan hasil pemilu legislatif membuat PDIP Kotim bisa mencalonkan sendiri jagoannya dalam pilkada nanti. Perolehan sepuluh kursi.

”Perolehan sepuluh kursi PDIP akan memuluskan langkah mengusung kadernya sendiri tanpa harus koalisi. Ini membuat politik pemilihan bupati dan wakilnya akan lebih seru nantinya,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Bambang, menarik juga ditunggu kelanjutan pasangan Halikinnor-Irawati (Harati). Peluang keduanya kembali berpasangan maupun bakal bertarung sama besar, meski keduanya sama-sama kader banteng.

”Apakah Harati hanya satu periode? Apakah Halikinnor memiliki wakil lain? Begitu juga Irawati, apakah punya nyali maju dan menjadi penantang? Persoalannya, keduanya sama-sama kader PDIP,” katanya.

Menurutnya, di dalam politik segala kemungkinan bisa saja terjadi. Perubahan mendasar bakal terlihat setelah semua tahapan Pemilu 2024 selesai. Konsentrasi partai akan mulai mengarah pada persiapan pilkada. (ang/ign)

Pos terkait