Mengenalkan Jurnalistik ke Anak SD

Study Tour SD Eka Tjipta Nahiyang ke Radar Sampit

nahiyang 2 ok
STUDY TOUR: Siswa SD Eka Tjipta Nahiyang bersama guru pembimbing berfoto bersama di halaman Kantor Radar Sampit, Sabtu (27/1).

SAMPIT, radarsampit.com  – Sekolah Eka Tjipta Nahiyang melaksanakan study tour ke Kantor Radar Sampit, Sabtu (27/1/2024) pagi. Kegiatan pengenalan dunia luar ini diikuti siswa kelas VI dan didamping para guru.

Selama kegiatan, anak-anak SD dari perkebunan kelapa sawit ini diajak berkeliling ke dapur redaksi, percetakan hingga pengenalan jurnalistik dasar.

Bacaan Lainnya

Kepala SD Eka Tjipta Nahiyang Philipus A.K. Wanda mengatakan kegiatan study tour ini menjadi agenda penting bagi pihaknya dalam mengenalkan dunia jurnalistik ke anak didik. Apalagi saat ini, transformasi akses informasi sangat cepat dari konvensional ke digital.

“Radar Sampit menjadi pilihan pertama kita dalam kegiatan ini (study tour, red). Dengan melihat langsung mereka diharapkan bisa memahami proses pembuatan koran termasuk juga cara memilah informasi yang benar,” kata Philipus disela kegiatan.

nahiyang 1 ok
Rombongan SD Eka Tjipta Nahiyang berada di ruangan percetakan koran Radar Sampit

Sebagai sekolah yang berada di perkebunan, Philpus menyadari anak didik perlu dikenalkan kepada dunia luar yang bisa memberikan efek positif. Karenanya, study tour ke Kantor Radar Sampit dirasa penting untuk menambah wawasan terutama dalam peningkatan literasi siswa.

Baca Juga :  Warga Pelalangan Sawahan Resah akibat Listrik Padam 19 Jam

“Ini kunjungan pertama kami ke Radar Sampit. Sebelumnya kita sudah dapat rekomendasi dari sekolah SD Eka Tjipta yang lain yang sudah berkunjung ke sini. Atas dasar itu, lokasi pertama yang kita datangi Kantor Radar Smapit,” ungkap Philipus.

Manajer Pemasaran Radar Sampit Tono Triyanto yang mendampingi kegiatan study tour ini menjelaskan seluruh informasi yang diolah sudah melalui proses seleksi ketat, mulai memperhatikan etika jurnalistik dan hukum. Karenanya asas keberimbangan dan konfirmasi menjadi penting dalam pembuatan berita.

“Kalau sudah terbit di koran seluruh berita yang diolah sudah bisa dipertanggungjawabkan. Kita tidak menolerasi berita-berita hoax yang justru akan membingungkan masyarakat,” kata Tono.



Pos terkait