Sebelum jauh membahas tentang investasi dalam perspektif akuntansi syariah, kita akan berkenalan terlebih dahulu dengan kaum yang sudah tidak asing di telinga kita semua. Istilah generasi milenial tentu sudah menjadi istilah yang akrab kita dengar.
Adapun istilah ini berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, Wiliam Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. Generasi milenial disebut juga dengan generasi Y atau bisa juga disebut dengan echo boomers walaupun secara harfiah tidak terdapat kriteria khusus yang masuk dalam golongan generasi ini.
Namun, para ahli menggolongkan generasi ini berdasarkan tahun awal dan akhir. Golongan ini dibentuk bagi mereka yang lahir pada tahun sekitar 1980-1990 atau pada awal 2000.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Ericson kepada 4.000 responden yang tersebar di 24 negara dunia, ada 10 tren yang memusatkan perhatian khusus terhadap perilaku generasi milenial. Dalam penelitiannya menyebutkan bahwa produk teknologi akan mengikuti gaya hidup masyarakat milenial. Sebab, pergeseran perilaku turut berubah beriringan dengan teknologi.
Dengan teknologi generasi milenial akan mengandalkan teknologi tersebut untuk memperoleh informasi dan media komunikasi. Sehingga wajar jika sosial media menjadi platform utama dalam melaporkan dan menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat.
Atas hal ini kaum milenial juga disebut sebagai kaum yang mudah dipengaruhi oleh perkembangan zaman. Perkembangan teknologi menjadikan generasi milenial sebagai bahan untuk pengambilan keputusan. Keputusan ini diambil berdasarkan pola perilaku generasi milenial yang cenderung menginginkan sesuatu dengan praktis dan instan. Sehingga pada zaman sekarang banyak ditemukan segala aktivitas yang bisa dilakukan secara online.
Sebagai generasi milenial yang hidup di era perkembangan zaman yang semakin pesat, tentu saja hal ini tidak mudah. Ada banyak peluang untuk terus berkembang dan ada juga tantangan yang perlu dilawan. Generasi milenial memiliki peran yang besar dalam tata kehidupan sekarang. Sebagai agent of change, perilaku generasi milenial sangat mempengaruhi perkembangan zaman.
Generasi milenial juga dituntut untuk terus melakukan perkembangan terhadap penguasaan teknologi. Era kompetitif juga turut serta dalam perkembangan zaman. Persaingan antar individu yang sangat kuat menuntut milenial harus mampu bersaing supaya tidak tergerus zaman.
Oleh karena itu, menjadi hal yang wajar saat ini jika suatu tren pada generasi milenial berkembang secara pesat. Dari sedikit orang yang memulai, sampai dengan banyak orang yang mengikuti tren tersebut. Salah satu tren yang ramai dibicarakan pada tahun 2020 hingga sekarang adalah tren mengenai investasi.
Menurut Kamarudin investasi merupakan suatu kegiatan membeli saham, obligasi atau surat lainnya. Di sisi lain, bisa didefinisikan sebagai aktivitas membeli barang-barang modal dengan memanfaatkan dana yang tersedia untuk digunakan dalam produksi demi pendapatan di masa yang akan datang.
Secara umum, investasi adalah suatu kegiatan penanaman modal untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Dari pengertian tersebut, investasi memiliki beberapa tujuan salah satunya adalah untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.
Pada kenyataannya, jika dikaitkan dengan perilaku generasi milenial sebelumnya hal ini berbanding terbaik. Dimana generasi milenial cenderung menginginkan sesuatu yang praktis dan instan sedangkan investasi merupakan suatu kegiatan yang manfaatnya akan diperoleh di masa yang akan datang.








