Meraih Mimpi Sukamara Bersama Electrifying Agriculture PLN

Berkontribusi 221 Ton Lebih, Interkoneksi SUTT Kalteng-Kalbar Kian Dinanti

pln sukamara
PASANG JARINGAN:  Instalatir saat memasang jaringan listrik PLN di lokasi tambak udang vaname Tanjung Selaka Farm di Desa Sungai Damar, Kecamatan Pantai Lunci.

Setali tiga uang, komitmen serupa juga ditunjukkan PT PLN. Pembangunan jaringan SUTT Kalteng-Kalbar terus digenjot. Pada 2 Desember 2022, progress pembangunan di lintasan Tayan-Sandai mencapai 0.69 persen dari jalur sepanjang 130 kms. Sedangkan lintasan Kendawangan, Kalbar – Sukamara, Kalteng, berprogres sekitar 21,73 persen dari jalur sepanjang 303 kms.

Di wilayah Sukamara terdapat 23 tapak tower yang dibangun. Kedua jaringan itu ditargetkan selesai dan mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada Desember 2023.

Bacaan Lainnya
Pasang Iklan

”Transmisi yang dikembangkan untuk keperluan interkoneksi SUTT Sandai-Tayan sepanjang 332 kms dengan 432 tower berada di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Ketapang. Sedangkan SUTT Kendawangan Kalbar – Sukamara Kalteng sepanjang 298 kms dan terdapat 438 tower melintasi Kabupaten Ketapang hingga Sukamara. Khusus di wilayah Sukamara, melintasi satu desa dan satu kecamatan dengan sebaran 24 tapak tower,” kata General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) Reisal Rimtahi Hasoloan, Kamis (28/12).

Baca Juga :  Listrik Padam 12 Jam, Warga Sampit Ngadem di Dalam Mobil

Interkoneksi 150 Kv Kalbar-Kalteng yang dibangun tersebut bakal terintegrasi dengan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng). Sumber kelistrikan mengandalkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masing-masing provinsi.

Kelebihan interkoneksi ini, jika salah satu pusat pembangkit mengalami gangguan, pasokan listrik tidak akan terganggu. Sistem itu bakal meningkatkan keandalan dan cadangan daya listrik PLN. Istilah penulis; gotong royong mempelitakan Borneo.

Apalagi Ibu Kota Negara (IKN) pindah ke Kalimantan Timur. Dipastikan terjadi migrasi besar-besaran, termasuk ke Kalsel, Kalteng, maupun Kalbar sebagai wilayah terdampak. Kebutuhan listrik bakal meningkat seiring pertambahan penduduk dan pertumbuhan usaha masyarakat, sehingga diperlukan sistem kelistrikan yang handal. Sistem interkoneksi antarprovinsi itu dinilai tepat.

Bukan tidak mungkin, jalur lintasan sekarang masih hutan belantara, suatu saat menjelma menjadi permukiman dan sentra perekonomian. Kelistrikan PLN pun sudah siap menyambut perubahan dan kemajuan itu.



Pos terkait