SAMPIT, radarsampit.com – Sepekan sudah Mal Pelayanan Publik memberikan pelayanan untuk masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa saja penyelenggara pelayanan dan total jenis pelayanan yang ada di Mal Pelayanan Publik Habaring Hurung.
Bangunan megah berlantai tiga itu diresmikan Bupati Kotim Halikinnor pada perayaan HUT Kotim yang ke-70 tahun, Sabtu (7/1) lalu. Pantauan Radar Sampit, pelayanan sudah berjalan normal. Aktivitas layanan di lantai dua mulai ramai pada pagi hari. Pengunjung lebih banyak mengajukan urusan terkait layanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPM PTSP) Kotim.
Pegawai DPM PTSP Kotim di bagian front office dan bagian layanan Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) lantai II juga terlihat sibuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, gerai penyelenggara layanan masih nampak sepi. Hanya ada 1-5 orang pengunjung yang datang untuk berurusan.
Irma selaku Pelaksana Layanan Gerai PDAM Tirta Mentaya Sampit yang bertugas di MPP Habaring Hurung mengatakan, dalam sehari ia hanya melayani 1-3 orang warga yang membayar rekening air PDAM.
”Mulai efektif layanan dari Senin. Pengunjungnya masih sepi. Baru 1-3 orang saja orang yang berurusan ke sini. Masyarakat masih belum banyak tahu di dalam MPP ini ada apa saja dan bisa mengurus apa saja,” ujar Irma.
Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat perlu terus disebarluaskan untuk meramaikan MPP Habaring Hurung. ”Kami di sini sudah bisa melayani pembayaran tagihan rekening air, layanan pendaftaran pelanggan baru, dan layanan pengaduan. Sosialisasinya memang harus terus digencarkan, supaya Mal Pelayanan Publik benar-benar menjadi pusat pelayanan yang ramai dikunjungi,” kata Irma.
Masih sepinya pelayanan, ditambah jaringan internet yang belum stabil, membuat pelaksana layanan yang bertugas di gerai kesepian dan mengantuk. ”Lebih baik ramai daripada sepi. Kami jadi aktif bergerak. Kalau pengunjungnya sepi, kami kadang-kadang bisa mengantuk. Apalagi kalau yang bertugas misalnya cuma sendiri seperti saya,” ujarnya.
Di setiap gerai layanan tersedia 2-3 pelaksana yang ditugaskan melayani secara bergantian. Ada pula pegawai yang memang khusus ditugaskan melayani di MPP Habaring Hurung.
”Saya enggak dirolling. Tugasnya di sini setiap hari. Tetapi, paginya ke kantor dulu absen, nanti sore jam layanan tutup, saya ke kantor lagi absen. Pegawai-pegawai lain yang bertugas di MPP juga absennya harus ke kantornya masing-masing,” ujarnya.
Pelayanan di MPP Habaring Hurung dibuka dari jam 08.00-15.00 WIB. Namun, ada beberapa gerai yang terlihat belum siap memberikan pelayanan.
Gerai di Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga dikabarkan tidak ada pelaksana yang ditugaskan melayani selama dua hari ini. Begitu pula, dengan gerai layanan lain. Meskipun semua sudah tertata rapi, aktivitas layanan masih sepi.
Ririn, pelaksana layanan di Kemenag Kotim mengatakan, pelayanan ibadah haji dan umrah sudah bisa dilakukan di MPP Kotim. Namun, ada jenis pelayanan lain yang tetap harus diproses di kantor.
”Untuk sekarang gerai di Kemenag Kotim masih memberikan layanan informasi dan pendaftaran haji dan umrah saja. Untuk prosesnya, masyarakat tetap diarahkan datang langsung ke Kantor Kemenag. Kecuali untuk mengambil berkas atau produk layanan yang sudah jadi, bisa diambil di sini,” kata Ririn.
Lantai dua bangunan itu dilengkapi front office untuk urusan layanan di DPM PTSP Kotim dan layanan OSS RBA. Di sudut kiri, pengunjung difasilitasi bahan bacaan pojok baca digital (pocadi) yang nampak tersusun 10 rak lengkap dengan buku dan televisi monitor, serta empat komputer lengkap dengan meja kursinya. Disediakan pula sofa merah dengan karpet yang nyaman untuk pengunjung jika ingin memanfaatkan waktu menunggu antrean sambil membaca buku.








