Musim Banjir, Buaya dan Ular Mengintai Warga Kotawaringin Barat

insert buaya (ilustrasi)
ilustrasi

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Sejak sebulan terakhir, warga Desa Kumpai Batu Bawah (KBB), Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diresahkan dengan kemunculan buaya berbagai ukuran di desa mereka.

Buaya dari ukuran 1,5 meter sampai 3 meter lebih terpantau warga naik sampai halaman rumah. Buaya liar ini masuk dari saluran irigasi yang bermuara ke Sungai Arut. Saluran irigasi (kanal) itu membelah permukiman masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Buaya-buaya yang masuk ke permukiman warga disebut mengintai ternak-ternak warga, bahkan tidak menutup kemungkinan mengintai warga yang lengah.Bukan hanya buaya, banjir juga mengundang ular phyton yang mencari mangsa ternak warga baik ayam maupun itik. Hingga saat ini jumlahnya sudah tidak terhitung yang sudah disantap ular.

Salah satu warga setempat Pambudi, mengatakan buaya yang masuk ke permukiman diduga berasal dari Suaka Margasatwa (SM) Lamandau yang berada di seberang desa mereka. SM Lamandau memang dikenal merupakan habitat buaya.

Baca Juga :  Lubang Maut Padat Karya Kumai Makan Korban

“Warga kaget, saat keluar rumah ada buaya di depan rumah mereka, ada beberapa ekor buaya berbagai ukuran yang sudah terlihat naik ke halaman-halaman rumah warga yang rata-rata sudah ditimbun dengan tanah,” ujarnya.

Kepala Desa Kumpai Batu Bawah Bambang Silihwarno turut membenarkan keterangan warganya itu. Bahkan menurutnya buaya berukuran besar kepergok warga naik ke atas dan berjemur di samping kanal.

Kemudian lanjutnya, saat kepergok buaya langsung turun ke kanal dan menghilang, sehingga keberadaan buaya-buaya tersebut sangat meresahkan, karena tepi kanal merupakan jalan untuk akses masyarakat menuju kebun dan pertanian mereka.

Bambang berharap, agar warga berhati-hati melintas di patok 25 kanal irigasi, karena buaya berukuran besar kerap bersembunyi mengintai mangsanya.

“Sudah saya koordinasikan dengan BKSDA, pengen saya mereka turun dan melakukan pengawasan dan pemantauan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng Dendi Setiadi mengatakan,  banjir membuat buaya masuk hingga permukiman masyarakat di Desa Kumpai Batu Bawah, dan mereka sudah memberikan imbauan agar masyarakat waspada terhadap serangan buaya saat air dalam.



Pos terkait