”Obok-Obok” Kantor KPU Kapuas, Jaksa Sita Ratusan Berkas

Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Kalteng Bakal Ada Tersangka

kpu
PENGGELEDAHAN: Tim Kejari Kapuas menggeledah Kantor KPU Kapuas terkait dugaan korupsi dana hibah Pilkada Kalteng tahun 2020 lalu, Rabu (6/10). (ALEXANDER/RADAR SAMPIT)

KUALA KAPUAS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada Kalteng untuk KPU Kapuas tahun 2020 lalu. Setelah sebelumnya memeriksa sejumlah pejabat KPU dan saksi, jaksa menggeledah Kantor KPU Kapuas dan mengamankan ratusan berkas.

Penggeledahan dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Stirman Eka Putra, Rabu (6/10). Hampir dua jam tim Kejari mengobok-obok sejumlah ruangan, di antaranya ruangan sekretaris, bendahara, keuangan dan logistik, ruang rapat, dan gudang. Penggeledahan yang dikawal aparat kepolisian itu disaksikan sejumlah pejabat KPU Kapuas.

Bacaan Lainnya

Usai penggeledahan, Stirman mengatakan, pihaknya bersama tim melakukan penggeledahan terhadap kantor KPU Kapuas berdasarkan surat perintah Kepala Kejari Kapuas untuk menindaklanjuti penyelidikan dugaan korupsi dana hibah pilkada untuk KPU Kapuas.

”Ada berkas kegiatan yang kami amankan dari beberapa ruangan, seperti dari ruangan sekretaris, bendahara, logistik, dan beberapa ruangan lainnya. Kalau tidak salah sebanyak 25 boks dan satu koper (berisi berkas dan dokumen, Red) yang kami sita serta kami bawa ke Kejari guna pemeriksaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Sejarah Letusan Semeru Terekam Sejak 1818

Stirman menegaskan, pihaknya akan bekerja profesional dalam tersebut. Dalam waktu dekat, setelah melengkapi beberapa barang bukti, Kejari Kapuas akan menetapkan tersangka.

”Dalam kasus ini, kami tidak akan bisa diintervensi dan kami juga tidak tidur. Sudah pasti dalam waktu dekat serta secepatnya usai melengkapi berkas dan barang bukti, keterangan saksi, akan ada nanti penetapan tersangka,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kapuas Jamila menyambut baik langkah yang dilakukan Kejari Kapuas. Meski demikian, dia mengaku tak mengetahui konteks penggeledahan yang dilakukan di kantornya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *