Pakai Seribu Drum Lebih dan Puluhan Tandon, Angkat Kapal Karam di Kumai Pangkalan Bun

kapal karam
TEGAK: KM Satya Kencana III mulai berdiri tegak setelah dilakukan upaya pengapungan. Selanjutnya akan dilakukan penggeseran dan pengurasan air dari dalam kapal. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN – Setelah melalui proses panjang, KM Satya Kencana III yang karam di Pelabuhan Panglima Utar Kumai akhirnya berhasil dibalikkan ke posisi idealnya, Sabtu (26/11) malam. Badan kapal itu mulai dampak ke permukaan.

Proses pengembalian kapal ke posisi semula bukan hal mudah. Banyak yang harus disiapkan untuk mendirikan kapal yang karam pada 14 Oktober lalu itu. Perlu lebih dari 1.000 drum dan 45 profil tank (tandon) berkapasitas 5.200 liter untuk mengapungkannya.

Bacaan Lainnya

Manager PT Dharma Lautan Utama (DLU) Kumai Agus Supriyanto mengungkapkan, kapal berbobot lebih 2.000 ton yang karam tersebut kini telah berhasil ditegakkan pada Sabtu kemarin (26/11) sekitar pukul 19.45 WIB.

PT Three G Diving, pihak ketiga yang bertugas melakukan pengapungan kapal, masih berupaya membersihkan bagian lambung kapal dan menstabilkan posisi untuk meningkatkan daya apung (bouyancy).

”Pembersihan lambung area kanan kapal. Penambahan eksternal buoyancy pengimbang di lambung kanan dan kiri kapal,” kata Agus Supriyanto, Minggu (27/11).

Baca Juga :  Satu Lagi Pejuang Medis Kotim Gugur dalam Tempur Melawan Covid-19

Selain itu, lanjut Agus, dalam proses pengapungan dilakukan pula pengisian tekanan angin ke alat pengapung, serta melakukan pemasangan jangkar tambahan agar kapal tidak terbawa arus.

”Penambahan support jangkar pada sisi kiri kapal sebagai penahan kapal agar tidak larut, serta penyisiran safety area kapal untuk pengapungan,” ujarnya.

Dia menuturkan, setelah kapal berdiri tegak, langkah selanjutnya menggeser kapal ke arah pelabuhan dengan posisi kapal searah dengan arus sungai.

Setelah itu, baru akan dilakukan tahap pengurasan hingga air di dalam KM Satya Kencana III dikeluarkan secara keseluruhan.

”Lanjut tahapan awal pengapungan dan prepare setting alat, modifikasi pintu-pintu kedap. Upaya awal penggeseran kapal mendekat dermaga agar searah dengan arus sungai,” kata Agus. (rin/sla)

Pos terkait