Pandemi Melandai, Tetapi Jangan Lengah

PIDATO: Wakil Ketua DPRD Kalteng, Abdul Razak memimpin rapat paripurna yang dilaksanakan secara virtual. (yusho/radarsampit)

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Abdul Razak mengapresiasi, berbagai kebijakan dan langkah strategis pemerintah dalam mengendalikan penularan Covid-19 di provinsi ini.

Meski pada bulan Juli hingga Agustus terjadi peningkatan kasus yang luar biasa, namun memasuki awal bulan September ini, kasus sudah mengalami penurunan yang cukup besar. Ia menilai, hal tersebut tentunya menunjukan keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan kasus, baik angka penularan hingga penanganan kesehatan secara langsung.

“Grafik penularan Covid-19 di Kalteng sudah menurun. Bahkan sejumlah kabupaten sudah zona kuning menuju hijau. Penurunan ini menunjukan keberhasilan pengendalian yang dilakukan pemerintah,” ujarnya saat rapat paripurna, Senin (13/9)

Kendati kasus turun cukup tajam, namun Razak mengingatkan agar pemerintah diingatkan tidak lengah dengan perkembangan saat ini. Penularan Covid-19 dianggap masih menjadi ancaman yang sangat serius, sehingga upaya penanganan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Selain penegakan protokol kesehatan, anggaran untuk penanganan Covid-19 diharapkan bisa teralokasi dengan baik. Kemudian, kewajiban pemerintah untuk membayar insentif bagi para tenaga kesehatan juga harus dipenuhi dan diharapkan tidak ada keterlambatan dalam pembayarannya.

“Pemerintah jangan lengah karena ancaman pandemi Covid-19 masih akan berlangsung. Upaya penanganan itu pastinya harus didukung juga oleh masyarakat,” tegasnya.

Politikus senior Partai Golkar ini menambahkan, program vaksinasi yang selama ini dijalankan pemerintah sudah terlaksana dengan cukup baik, yang dibuktikan dengan persentase masyarakat yang sudah divaksin.

Namun demikian, pemerintah provinsi diharapkan meningkatkan koordinasinya dengan kabupaten dan kota agar kegiatan vaksinasi Covid-19 ini lebih gencar lagi dilaksanakan, terutama dalam hal menjangkau semua komponen masyarakat.

“Karena tujuan vaksinasi ini untuk membentuk kekebalan komunitas, makanya pelaksanaannya harus bisa menjangkau seluruh pelosok daerah,” tandas Abdul Razak. (sho/gus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *