PANGKALAN BUN, RadarSampit.com – Penjabat (Pj) Bupati Kotawaringin Barat Budi Santosa, melakukan kegiatan silaturahmi dengan petugas kebersihan di pendopo Pangkalan Bun Park, Rabu (7/6) kemarin. Hal ini untuk mengetahui keluhan petugas dan terus memperbaiki penataan kebersihan Kota Pangkalan Bun.
Hal ini juga mengingat, persoalan kebersihan ini nampak menurun dari tahun ke tahun. Sehingga harus diketahui penyebabnya, apakah dari faktor jumlahnya yang berkurang atau ada masalah lain. Momen silaturahmi dengan petugas kebersihan ini dimanfaatkan betul oleh Pj Bupati Kobar Budi Santosa, untuk berdialog dan mencari solusi yang tepat.
Dikatakannya, silaturahmi dengan petugas kebersihan ini juga sebagai tindak lanjut dengan aksi bersih-bersih sampah di sejumlah tempat. Selanjutnya pihaknya ingin mengetahui apa saja masalah yang dihadapi petugas kebersihan di lapangan.
Diantaranya, para petugas menyampaikan keluhan yang selama ini dialami selama bekerja membersihkan lingkungan dalam kota. Keluhan tersebut diantaranya, mengenai kenaikan gaji. Di mana gaji mereka masih jauh dari harapan dan di bawah Upah Minimum Regional (UMR).
“Kita tampung semua keluhan mereka, ternyata banyak. Diantaranya selain gaji di bawah UMR, belum adanya kejelasan kepesertaan BPJS Kesehatan, mengenai Tunjangan Hari Raya (THR), dan kelengkapan alat kebersihan,”ungkap Budi Santosa.
Kemudian lanjutnya, juga masih adanya kekurangan unit angkutan sampah, biaya perawatan unit angkutan sampah, dan yang membuatnya miris, yakni soal kelengkapan keselamatan kerja terkadang sering membeli sendiri.
Budi Santosa juga menyampaikan, semua usulan, terutama peralatan kebersihan dalam waktu dekat akan terealisasi. Dan dari dialog itu baru diketahuinya, untuk kelengkapan alat kebersihan dibeli sendiri oleh petugas, sehingga menurutnya hal ini sangat memprihatinkan.
“Semua usulan akan segera dipenuhi, termasuk nanti untuk pembelian unit dan biaya operasional disegerakan juga,” tegasnya.
Selain itu Budi Santosa melanjutkan, untuk BPJS Kesehatan bagi petugas kebersihan akan segera dibahas dengan pihak Dinas Kesehatan. Sehingga seluruh petugas kebersihan dapat berkerja dengan tenang dengan adanya jaminan kesehatan serta jaminan sosial lainnya.
“Saya minta seluruh dinas terkait untuk memperhatikan apa yang disampaikan oleh petugas kebersihan kita ini, dan saya tidak mau jual mimpi. Akan saya cek betul lagi, apakah benar benar terealisasi,” tegasnya.
Terutama perihal gaji, Budi menilai sejatinya gaji yang diterima harus sesuai dengan UMR, dan dirinya tidak mau lagi mendengar petugas kebersihan membeli peralatan kebersihan serta peralatan keamanan kerja, dengan mengunakan uang pribadi.
Dalam kesempatan itu juga, Pj Bupati Kobar meminta kepada protokol untuk tidak menghalangi, bila ada petugas kebersihan yang akan menghadap atau bertemu dirinya. Bahkan Pj Bupati telah mengagendakan setiap hari Sabtu dan Minggu, akan ikut bergabung dengan petugas kebersihan.
“Saya sudah sampaikan ke staf saya, Sabtu dan Minggu bila tidak ada tugas ke luar kota, maka di waktu itu saya akan bergabung dengan petugas kebersihan untuk bersama-sama menyapu dan membersihkan Kota Pangkalan Bun. Ini bukan mencari sensasi, tapi hal ini sudah terbiasa saya lakukan pada saat saya di Jakarta,”pungkas Budi Santosa. (rin/gus)








