Pelajar SMP Cita Bunda Antusias Belajar Pembuatan Koran

cita bunda 2
BUKA WAWASAN: Pelajar SMP Swasta Cita Bunda Sampit foto bersama di ruang produksi koran Radar Sampit.

SAMPIT – Pelajar SMP Swasta Cita Bunda Sampit antusias saat melihat langsung proses pembuatan surat kabar harian (SKH) Radar Sampit. Tidak hanya menyimak, mereka juga aktif bertanya mulai dari proses keredaksian hingga pembuatan koran. Kedatangan puluhan pelajar ini kemarin pagi, kali perdana pasca pandemi Covid-19. Setibanya di Kantor SKH Radar Sampit Jl MT Haryono No 88, para pelajar yang dipimpin Kepala SMP Swasta Cita Bunda Mahfuz diterima langsung Manajer Pemasaran Tono Triyanto. Setelah diberikan penjelasan singkat, mereka diajak berkeliling dari ruang redaksi hingga ruang produksi koran kebanggaan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kepala SMP Swasta Cita Bunda Mahfuz menjelaskan kunjungan ini merupakan bagian dari program di luar sekolah bertemakan buka wawasan (buwas). Ada banyak pilihan lokasi program buwas, salah satunya adalah Kantor SKH Radar Sampit. “Harapannya para siswa mendapat tambahan pengetahuan tentang proses pembuatan koran. Kami juga mengharapkan siswa mendapatkan hal positif terutama terkait program literasi dan bijak dalam memilah informasi yang benar dan tidak hoax,” ungkap Mahfuz.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Siap-Siap Pembelajaran Tatap Muka, Kotim Percepat Vaksinasi untuk Pengajar

Manajer Pemasaran SKH Radar Sampit Tono Triyanto mengapresiasi program Buwas yang digagas SMP Swasta Cita Bunda. Program seperti ini memiliki manfaat besar untuk mengedukasi generasi muda terkait penyampaian informasi di tengah zaman yang serba digital. Sebagai media yang terverifikasi dari Dewan Pers, Radar Sampit menjadi salah satu rujukan untuk mendapatkan akses informasi.

“Penting dipahami saat ini segala informasi mudah didapatkan apalagi lewat media sosial. Perlu kehati-hatian dalam menyikapinya. Siapapun termasuk para pelajar perlu bijak dan harus melakukan kroscek terhadap segala informasi yang didapat terutama lewat media sosial,” jelas Tono.

Dalam kunjungan itu, para siswa aktif bertanya seputar proses pembuatan koran. Dan yang banyak mendapat perhatian soal pembuatan desain koran. Penggunaan ilustrasi dan karikatur menurut mereka lebih enak dilihat daripada menggunakan tampilan foto. Radar Sampit sendiri sudah banyak mendapatkan prestasi di lomba cover dan desain koran tingkat nasional yang digelar Serikat Penerbit Pers (SPS). (yn/ton)

Pos terkait