Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Ekonomi

Pembangunan ekonomi menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di tahun 2022
MENINJAU: Gubernur Kalteng Sugianto Sabran didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo meninjau lokasi pengembangan food estate di Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau. (MMC KALTENG)

PALANGKA RAYA – Pembangunan ekonomi menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di tahun 2022. Sebab, perekonomian sempat mengalami penurunan pada masa pandemi Covid-19. Prioritas tersebut sebagai tindak lanjut Program Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kalau di dokumen pembangunan daerah, sudah jelas dipaparkan pembangunan ekonomi adalah yang utama. Jadi langkah pemulihan ekonomi yang diinstruksikan pemerintah pusat, akan ditindaklanjuti melalui program strategis daerah,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Kaspinor menegaskan, kemarin (3/2).

Bacaan Lainnya

Pemerintah akan fokus peningkatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengembangan sektor pertanian, hingga investasi di berbagai bidang. Selain itu, perbaikan pertumbuhan ekonomi dilakukan juga dari sisi optimalisasi pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki dari hulu hingga ke hilir. Pemerintah telah mengkaji berbagai program proritas untuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam tersebut.

Baca Juga :  Wacanakan Balai Benih Ikan jadi Objek Wisata Alam

“Sekarang ada rencana pembangunan Pelabuhan Utama di Teluk Sampit dan pembangunan industri hilir. Nah itukan bagian dari upaya pengelolaan sumber daya alam. Kajiannya sekarang masih dilakukan hingga koordinasi dengan pemerintah pusat,” ucapnya,

Kaspinor menyebutkan, program ketahanan pangan nasional food estate menjadi salah satu kegiatan pemulihan ekonomi yang saat ini sedang digiatkan pemerintah. Program Strategis Nasional tersebut akan disinergikan dengan program mutiguna bendungan yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.

“Program Strategis Nasional memang program pusat, tapi bisa disinergikan dengan program-program daerah. Seperti halnya program di sektor pertanian, itu bisa didorong dari daerah supaya pelaksanannya bisa maksimal,” pungkasnya. (sho/yit)



Pos terkait