Pemkab Kotim Bakal Gerilya Atasi Mahalnya Tiket Pesawat di Sampit

rute baru bandara sampit
PERTEMUAN: Bupati Kotim Halikinnor didampingi Sekda Kotim, Kadishub Kotim, jajaran pegawai Bandara Haji Asan Sampit berfoto bersama dengan Direktur PT Smart Cakrawala Aviation beserta jajaran tepat di depan pesawat Cessna C208 yang mendarat di Bandara Haji Asan Sampit, Sabtu (18/2) siang.

SAMPIT, radarsampit.com – Mahalnya harga tiket pesawat dari Bandara Haji Asan Sampit yang dikeluhkan masyarakat jadi perhatian serius Pemkab Kotim. Dinas Perhubungan Kotim bakal gerilya ke sejumlah pihak terkait agar persoalan tersebut bisa diatasi, salah satunya dengan pengembangan bandara dan penambahan maskapai penerbangan.

”Kami akan mengambil langkah cepat untuk menyikapi persoalan mahalnya harga tiket pesawat di daerah ini. Kami memahami ini adalah kebutuhan transportasi masyarakat yang mesti diatasi persoalannya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kotim Suparmadi, Rabu (8/3).

Bacaan Lainnya

Suparmadi melanjutkan, dalam waktu dekat Bupati Kotim Halikinnor dengan SOPD teknis terkait akan melakukan audiensi ke Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara. Pihaknya akan mempertanyakan rencana pembangunan perpanjangan dan pelebaran landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit, mengingat pembebasan lahan untuk hal itu telah dilakukan Pemkab Kotim.

Landasan pacu bandara rencananya bakal diperpanjang 500 meter lagi dari panjang 2.060 meter. Lebar landasan yang sekarang 30 meter juga akan ditambah menjadi 45 meter. Dengan kondisi demikian, diharapkan pesawat berbadan besar bisa mendarat, seperti jenis Airbus A320-200 atau lainnya.

Baca Juga :  Beratnya Perjuangan KPPS Menjaga Suara Warga

”Pemerintah daerah bisa mengundang beberapa maskapai baru yang memiliki pesawat berdimensi besar untuk dapat melayani penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit,” katanya.

Menurut Suparmadi, jumlah penumpang pesawat yang naik maupun turun di Bandara Haji Asan Sampit masih pada rentang rata 80-85 persen, baik rute Sampit – Surabaya maupun Sampit-Jakarta. Hal itu jadi potensi untuk melakukan penjajakan ke beberapa  maskapai lainnya.

”Jika dalam satu rute terdapat setidaknya ada dua maskapai, diharapkan ada kompetitor terkait harga tiket, sehingga bisa jauh lebih terjangkau,” katanya.

Suparmadi melanjutkan, pihaknya akan mencoba melakukan penjajakan ke beberapa maskapai. Harapannya, akan ada maskapai baru yang dapat melayani penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, sambil menunggu implementasi perpanjangan dan pelebaran landasan pacu bandara.



Pos terkait