Pemprov Kalteng Sediakan 16 Ton Beras Murah, Langsung Diserbu Warga Sampit

pasar murah sampit
HARUS ANTRE: Warga antre panjang untuk mendapatkan beras bersubsidi pada pasar murah atau pasar penyeimbang yang digelar Pemprov Kalteng di kantor Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Sampit, Kamis (19/1). (ANTARA/NORJANI)

SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada Kamis (19/1) menyediakan beras bersubsidi sebanyak 16 ton untuk warga Kota Sampit pada dua titik penyaluran. Meliputi kantor Kelurahan Mentawa Baru Hulu dan kantor Kecamatan Baamang.

Pasar penyeimbang yang dilaksanakan Pemprov Kalteng langsung diserbu warga. Harganya yang lebih murah dibanding di pasaran membuat warga berbondong-bondong agar kebagian program pemerintah untuk menekan inflasi itu.

Bacaan Lainnya

”Harganya Rp50.000 untuk satu kupon beras 5 kilogram. Lumayan selisihnya dibanding di pasar. Apalagi pembelian di sini tidak dibatasi, jadi bisa membeli sesuai kebutuhan,” kata Diana, salah seorang warga saat membeli beras.

Puluhan warga memadati kantor Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sejak pagi. Mereka berdesakan ingin membeli beras yang dipasok melalui Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Bulog Sampit tersebut.

Beras yang dijual di pasar murah ini terdiri dua jenis, yaitu beras pera atau karau dan beras pulen. Semua dijual dengan harga sama yaitu Rp50.000 per sak isi 5 kilogram. Harga ini lebih murah dibanding harga beras serupa di pasaran yakni sekitar Rp70.000 per sak isi 5 kilogram.

Baca Juga :  Pisau Bermata Dua Bisnis Waralaba Minimarket di Sampit

Untuk ketertiban, panitia membagi antrean warga pada dua jalur berbeda, disesuaikan dengan jenis beras yang akan dibeli. Lurah Mentawa Baru Hulu Legendaria Okta Bellany bahkan turun langsung untuk mengatur antrean, karena warga berdesakan lantaran takut tidak kebagian beras bersubsidi tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Riza Rahmadi mengatakan, pasar penyeimbang dilaksanakan atas perintah Gubernur Kalteng Sugianto Sabran untuk membantu meringankan beban masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Sekaligus menekan inflasi, khususnya dari komoditas beras.

”Pak Gubernur sangat konsen dalam masalah ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa meringankan beban masyarakat, sekaligus bisa menekan inflasi di Sampit,” tegasnya.

Adapun jumlah beras yang disalurkan masing-masing lokasi sebanyak 8 ton atau 8.000 kilogram yang terdiri dari 4.000 kilogram beras pera (karau) dan 4.000 kilogram beras pulen.

Pos terkait