Pencari Plasma Konvalesen Diminta ke PMI

Anggota Komunitas Penyintas Covid-19 Terus Bertambah

plasma
Ilustrasi. (jawapos.com)

SAMPIT – Pencari donor plasma konvalesen di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum sepenuhnya terpantau. Hal itu diketahui setelah Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membentuk grup Komunitas Penyintas Covid-19 di Kotim.

Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kotim Nugroho Kuncoro Yudho selaku insiator Komunitas Penyintas Covid-19 menceritakan, mulanya pada Juni lalu ada 30-an pegawai di Dinkes Kotim yang terkonfirmasi positif Covid-19. Karena donor plasma konvalesen sangat dibutuhkan, dirinya berinisiatif membentuk grup penyintas Covid-19 pada 25 Juni 2021.

Bacaan Lainnya

”Awalnya itu grup itu dinamakan penyintas Covid-19 khusus pegawai di dinkes saja. Dari anggota yang tergabung ada beberapa yang sudah menjadi pendonor, sebagian ada yang keluar dari grup karena merasa sudah sembuh,” kata Nugroho, Rabu (25/8).

Dirinya berusaha merangkul tim surveilans yang memegang data warga yang terindikasi positif Covid-19 agar ikut bergabung dalam grup penyintas Covid-19.

”Karena beberapa ada yang keluar dari grup, saya mengganti nama grup itu menjadi Komunitas Penyintas Covid-19 Kotim. Siapapun yang merasa penyintas Covid-19 bisa ikut bergabung dengan harapan bisa membantu PMI Kotim untuk memberikan kemudahan informasi kepada masyarakat yang membutuhkan donor plasma,” katanya.

Hingga saat ini anggota grup yang semula hanya 35 anggota, bertambah menjadi 44 anggota. Dirinya pun memberikan keleluasaan kepada para penyintas Covid-19 yang tergabung dalam grup untuk menambahkan anggota baru dengan syarat sudah pernah terkonfirmasi positif Covid-19.

”Semua anggota yang ada dalam grup saya ubah  menjadi admin. Jadi, siapapun yang merasa penyintas Covid-19 bisa ikut bergabung dengan tujuan agar semakin banyak penyintas Covid-19 yang  aktif merespons setiap ada permintaan dari UDD PMI Kotim,  kita bisa ikut turut membantu mencarikan pendonor yang tepat sesuai dengan golongan darah yang dibutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Jangan Percayai Hoax Vaksin Covid-19

Nugroho menambahkan, masyarakat Kotim yang ingin mencari donor plasma konvalesen agar melaporkan diri ke Unit Donor Darah PMI Kotim untuk dilakukan pendataan sehingga UDD PMI bisa dengan cepat mencarikan pendonor yang sesuai dengan golongan darah yang dibutuhkan.

”Saya melihat masih ada keluarga pasien yang mencari donor plasma kesana kemari dan tidak melapor ke UDD PMI. Kami dari Dinkes Kotim berharap masyarakat datang melapor ke UDD PMI agar kebutuhan permintaan donor plasma bisa segera terpenuhi dan pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan bisa segera tertangani dengan cepat,” ujarnya.

Kepala UDD PMI Kotim dr Yuendrie Irawanto berharap Pemkab Kotim ikut membantu dengan mendorong penyintas Covid-19 bergabung dalam Komunitas Penyintas Covid-19 Kotim sehingga kebutuhan permintaan donor plasma dapat segera terlayani dengan cepat.

”Saya berharap pemerintah Kotim maupun Kalteng dapat membantu meringankan beban kami dengan cara mendorong para penyintas Covid-19 untuk tergabung dalam komunitas sehingga memudahkan informasi apabila ada masyarakat yang membutuhkan donor plasma dapat segera kami layani dengan cepat,” kata dr Yuendrie.

Plasma konvalesen masih sangat dibutuhkan masyarakat. Namun, hal itu belum dibarengi dengan ketersediaan alat yang memadai.

”Hingga saat ini terhitung sudah ada 131 pendonor yang dilayani UDD PMI Kotim. Kami harapkan pemerintah bisa membantu melengkapi peralatan penunjang khususnya alat apheresis dan alat penyimpanan stok darah plasma, sehingga UDD PMI Kotim lebih cepat melayani kebutuhan permintaan donor plasma,” tandasnya. (hgn/yit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *