Pencurian Ayam Bangkok Marak

pencuri ayam
Ilustrasi

PANGKALAN BUN – Warga Jalan Bhayangkara RT 15, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diresahkan dengan aksi pencurian ayam. Bukan sembarang ayam, pencuri ini hanya mengincar jenis Ayam Bangkok yang berharga mahal.

Aksi pencurian itu diduga telah terjadi berulang kali hingga meresahkan masyarakat setempat. Bahkan, salah satu aksi kriminal ini sempat terekam CCTV yang terpasang di rumah korban. Namun sayang wajah pelaku tertutup masker sehingga sulit dikenali.

Bacaan Lainnya

Maling ayam ini diduga berpengalaman, setiap kali beraksi, ayam-ayam korban seolah terbungkam dan menurut saat ditangkap. Banyak yang menduga bahwa pelaku merupakan orang yang tidak awam dengan masalah pemeliharaan ayam berharga fantastis tersebut.

Lantaran kesal beberapa kali kehilangan ayam, Dias Gunawan, salah seorang korban memviralkan video rekaman CCTV pencurian di media sosial. Saat dikonfirmasi, korban mengatakan bahwa ayam yang dicuri dan sempat terekam kamera CCTV adalah ayam milik orangtuanya. Ayahnya bukan sekali ini kehilangan tetapi sudah berkali-kali.

Baca Juga :  Terekam CCTV, Emak-Emak Beraksi Embat Tanaman Hias

“Pencurian tersebut terjadi tidak hanya satu kali, melainkan sudah tujuh kali. Dari belasan ekor ayam tersebut total kerugian mencapai Rp 20 juta,” ungkapnya, Sabtu (17/4).

Menurutnya dari tujuh kali beraksi sejak bulan Januari, pelaku pertama kali berhasil menggasak sebanyak enam ekor ayam dan keesokan harinya sebanyak empat ekor, dan kalau ditotal jumlahnya belasan ekor. Untuk diketahui bahwa dalam video yang berdurasi 1 menit yang viral di media sosial. Terlihat dari CCTV pencuri tampak waspada mengawasi sekitarnya saat memasukan ayam ke dalam karung, lalu pergi meninggalkan lokasi.

Dias menceritakan bahwa kronologis pencurian terjadi pada awal Bulan Ramadan ini sekitar pukul 20.00 WIB atau pukul 21.00 WIB. Di mana saat itu ia bersama ayah dan ibunya sedang sibuk-sibuknya berjualan bakso di depan rumahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *