Pengguna Sepeda Motor Masih Menyumbang Angka Kecelakaan Pemudik Paling Banyak

pemudik motor
MUDIK: Pemudik motor menuju Merak masih terpantau ramai di Jalan Raya Serang-Tangerang pada Jumat (29/4/2024). (Rian Alfianto/JawaPos.com)  

JAKARTA, radarsampit.com – Kegiatan mudik yang berjalan tiapa tahun dua moda transportasi yaitu sepeda motor dan mobil pribadi masih menjadi moda favorit yang digunakan masyarakat selain transportasi umum.

Bahkan di tahun ini (2024) sepeda motor masih menjadi andalan masyarakat kelas “bawah” meskipun moda tersebut dinilai paling rentan terlibat kecelakaan saat melakukan perjalanan jarak jauh.

Bacaan Lainnya

Dari data Korlantas Polri, kecelakaan lalu lintas saat mudik lebaran tahun ini paling banyak terjadi di wilayah Polda Jawa Timur, lalu Polda Jawa Tengah dan disusul Polda Metro Jaya.

Faktor kelehanan menjadi maslah yang paling dominan penyebab kecelakaan. Bahkan menurut Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Aan Suhanan, data kecelakaan lalu lintas selama masa arus mudik Lebaran 2024. banyak melibatkan pengguna sepeda motor.

“Sepeda motor yang paling tinggi terlibat kecelakaan angkan prosentasenya 73 persen,” ujar Kakorlantas Polri, Irjen Aan Suhanan, belum lama ini kepada wartawan, Jumat (12/4/2024).

Baca Juga :  Peringati Hari Buruh Internasional, PLN Salurkan Bantuan Kepada Ratusan Pekerja Pasar dan Pelabuhan

Irjen Aan juga menambahkan selain sepeda motor jenis kendaraan lain yang berpotensi terlibat kecelakaan lalu lintas adalah angkutan penumpang. Bahkan, peristiwa yang melibatkan bus mencapai 12 persen.

Sedangkan untuk angkutan barang 10 persen dan mobil pribadi 2 persen sisanya 3 persen. Meskipun ribuan insiden yang terjadi di ruas jalan tol maupun arteri namun menurut Kakorlantasn angka tersebut mengalami penurunan bila dibanding tahun sebelumnya.

“Bila dilihat secara nasional kecelakaan lalu lintas ini ada penurunan dari 2.159 turun menjadi 1.835 atau turun 15 persen,” katanya.

Bila baicara korban jiwa angkanya turun disebutka tahun ini sebanyak 281 orang sementara tahun sebelumnya 291 yang tewas akibat kecelakaan turun 3 persen. Sedangkan untuk luka berat ini ada kenaikan 13 persen dari 281 menjadi 317.

“Sisanya luka ringan turun 3.036 menjadi 2.424. Itu kita bandingkan masa arus mudik dan balik tahun lalu 2023,” ujar Aan.

Paling banyak kecelakaan yang rerjadi adalah tabrakan adu banteng (berlawanan arah) dengan total 433 kasus. Sementara kecelakaan depan belakang 379 kasus.



Pos terkait