Penjara Gagal Sadarkan Bandar, Setahun Bisnis Haram, Transaksi Sabu 10 Kilogram Lebih

Pengendali Diduga di Balik Jeruji Besi

tersangka narkoba
DIAMANKAN: Tersangka kasus narkotika yang diungkap Polresta Palangka Raya selama Februari 2023, Selasa (21/2). (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Hukuman penjara gagal menjadi efek jera dan menyadarkan seorang bandar narkoba dari bisnis haramnya. Alih-alih bertobat, bisnis terlarang itu justru kian menjadi dijalani. Aparat kembali meringkusnya setelah setahun mengedarkan sabu mencapai sekitar 10 kilogram.

Bandar kakap yang enggan bertobat itu bernama Anto Riadi alias Anton (43), warga Jalan Hiu Putih Palangka Raya. Polisi meringkusnya bersama barang bukti 12 paket sabu seberat 1.142 gram, 386 butir pil ekstasi, dan barang bukti lainnya.

Bacaan Lainnya
Pasang Iklan

Polresta Palangka Raya menghadirkan Anton dalam rilis yang digelar kemarin (21/2). Dia diperlihatkan bersama sejumlah tersangka perkara yang sama. Selama Februari lalu, aparat setempat total mengamankan enam tersangka dari lima kasus narkoba dan menyita lebih satu kilogram sabu serta 442 butir pil ekstasi.

Informasinya, Anton sudah empat kali keluar masuk penjara lantaran kasus narkoba. Terakhir, dia baru keluar Lapas pada September 2022. Narkoba itu diedarkan di sejumlah daerah Kalteng, terutama Kabupaten Gunung Mas di kawasan pertambangan dan Kota Palangka Raya.

Baca Juga :  Belender Sabu Senilai Rp 756 Juta, Kapolres Kotim Sebut Peredaran Narkoba di Ambang Membahayakan

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santoso mengatakan, Anton merupakan jaringan besar dan sindikat narkotika lintas provinsi. Jaringannya diduga dikendalikan dari dalam dan luar Lapas yang melibatkan napi Lapas Kasongan. Pihaknya masih mendalami informasi tersebut.

”Sabu ini diedarkan di seluruh Kalteng. Tak hanya di Gunung Mas dan Palangka Raya, tapi di kabupaten lain dan daerah pertambangan. Kami juga masih dalami dugaan dikendalikan di dalam dan luar Lapas. Sebab, pengakuan tersangka ada yang dikendalikan di Lapas Kasongan,” ujar Budi didampingi Kasat Resnarkoba AKP Rahail dan Kasi Humas Iptu Supriyanto, Selasa (21/2).

Budi menuturkan, Anton sempat melarikan diri, namun berhasil dibekuk di Banjarbaru bersama tim Polres setempat. Pihaknya berupaya menelusuri pelaku lain dalam jaringan Antong. Termasuk bandar besar lainnya. ”Kami ingin ungkap distributor  narkotika di Kalteng,” ujarnya.



Pos terkait