Perumdam Tirta Mentaya Tindaklanjuti 1.898 Pengaduan

perumdam
DISKUSI:  Perumdam Tirta Mentaya Sampit menggelar Forum Konsultasi Publik di Aula Kantor Perumdam Tirta Mentaya Sampit, Jumat (20/10/2023).(HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjawab tuntas persoalan pengaduan yang selama ini dikeluhkan pelanggan.

Berdasarkan data Perumdam Tirta Mentaya Sampit Januari-September 2023, pengaduan pelanggan mencapai 1.898 pengaduan. Sebagian besar telah ditangani, terkecuali 37 pengaduan pada Juni 2023 yang masih dalam proses penanganan.

Bacaan Lainnya
Gowes

”Pengaduan yang sering dilaporkan pelanggan ke kami di antaranya pipa bocor, air kurang lancar, alat meter bermasalah, salah pembacaan, stop kran rusak, air keruh, meteran dicuri, air tidak mengalir, dan tagihan tiba-tiba naik,” kata Direktur Perumdam Tirta Mentaya Sampit Firdaus Herman Ranggan.

Hal itu disampaikannya dalam pertemuan forum konsultasi publik (FKP) yang dihadiri perwakilan akademisi, instansi pemerintahan, organisasi masyarakat, dan stakeholder terkait. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Kantor Perumdam Tirta Mentaya Sampit, Jumat (20/10/2023).

Selain membuka pelayanan melalui telepon, Perumdam Tirta Mentaya Sampit juga menerima pengaduan melalui media sosial. ”Kami juga sudah memiliki aplikasi PDAM mobile yang bisa melayani pembayaran tagihan air, cek pemakaian, laporan kerusakan dan layanan pasang baru,” ujarnya.

Baca Juga :  KPU Kotim Terima Logistik Pemilu

Setelah laporan pengaduan pelanggan diterima, lanjut Firdaus, bagian layanan pelanggan akan melakukan analisis laporan terkait masalah yang dilaporkan dan diteruskan ke bagian teknik.

”Pelayanan pengaduan pelanggan dapat diakses 1×24 jam. Namun, pada hari libur petugas kami bekerja sesuai jam piket. Apabila laporan pengaduan bersifat darurat, maka petugas teknis lapangan akan segera melakukan pemeriksaan ke lokasi. Namun, apabila diterima pada hari libur, pengaduan akan ditindaklanjuti sehari berikutnya,” katanya.

Selama proses tindak lanjut laporan pengaduan pelanggan, Firdaus mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi petugas. Di antaranya, medan lokasi banyak jaringan perpipaan yang berada di bawah aspal dan beton, kondisi jaringan akibat jalan yang sering ditimbun menyebabkan posisi jaringan pipa semakin ke dalam, posisi water meter pelanggan yang sengaja di cor serta belum adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar tagihan tepat waktu sehingga sengaja menunggak rekening air.



Pos terkait