Polisi Ancam Tindak Tegas Pengganggu Perayaan Nataru

gelar pasukan
PENGAMANAN NATARU : Kepolisian menggelar operasi Lilin Telabang 2022 melibatkan 1.750 personel gabungan dari Polda Kalteng, TNI, Pemda serta Ormas. ISTIMEWA/RADAR PALANGKA

PALANGKA RAYA,radarsampit.com –  Kepolisian tidak akan segan melakukan tindakan tegas sebagi opsi terakhir jika ada oknum yang melakukan perbuatan, mengganggu keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas), apalagi dalam rangkaian perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

Sebab, aparat sudah menggelar operasi Lilin Telabang 2022 dengan melibatkan 1.750 personel gabungan baik dari Polda Kalteng, TNI, Pemerintah Daerah serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Bacaan Lainnya

Operasi Lilin dilaksanakan selama 11 hari dan dimulai sejak tanggal 23 Desember 2022 sampai 2 Januari 2023.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol K. Eko Saputro mengatakan, tidak hanya personel umum, Polda Kalteng juga menyiagakan personel dari Densus 88, Brimob Gegana dan Anti Teror sebagai bentuk antisipasi, sehingga nantinya sebelum ibadah dilakukan sterilisasi akan dilaksanakan.

”Kita melakukan sterilisasi dan memastikan semua dalam kondisi aman. Untuk perkembangan di Kalteng sejauh ini tidak ada riak-riak ke arah teror, namun tetap dilakukan antisipasi,” terangnya, Jumat (23/12),

Baca Juga :  Ini Kondisi Inflasi di Kalteng Terkini

Kata Eko, kondisi Kalteng saat ini relatif aman, personel pun secara rutin melakukan patroli dan pengamanan, baik tempat ibadah, pusat keramaian, perniagaan hingga objek wisata. Sehingga, langkah tegas pasti akan diberlakukan jika ada masyarakat melakukan kegiatan pelanggaran dan gangguan Kamtibmas.

”Kami akan bertindak tegas jika sampai ada gangguan Kamtibmas dan berimplementasi radikalisme di Kalteng. Kita lihat situasi, tetapi opsi terkait adalah tindakan tegas terukur diberlakukan jika melakukan perlawanan,” tegasnya.

Kabid menambahkan, pengamanan dilakukan dalam bentuk kekuatan optimal dan diketahui di Kalteng ini ada sekitar 61 gereja dan akan dilakukan pengamanan,sehingga diharapkan pengurus gereja bisa berkoordinasi waktu-waktu ibadah hingga pengamanan bisa dilakukan.

”Kita akan memberikan upaya pengamanan maksimal untuk kelancaran ibadah tersebut,” katanya.

Pamen Polri ini menambahkan, para personel yang terlibat dalam pengamanan Nataru tersebut nantinya akan lebih mengedepankan deteksi dini ancaman serius  agar masyarakat aman dan nyaman. Seluruh personel menjalankan tugas di lapangan, bisa bertindak humanis dan masyarakat benar-benar terayomi dengan baik.

Pos terkait