Hilang Tiga Hari, Guru Ngaji Ditemukan Meninggal

mayat tenggelam
EVAKUASI : Petugas gabungan TNI, Polri dan SAR mengevakuasi jenazah guru ngaji yang sempat menghilang mencari udang di pinggir Sungai Mentaya wilayah Desa Babaung, Pulau Hanaut, Kotim. ISTIMEWA/RADAR SAMPIT

SAMPIT, radarsampit.com – Dilaporkan menghilang sejak Rabu (21/12), seorang guru ngaji bernama Bahrudin (35) warga Desa Bapinang Hilir, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya ditemukan.

Bahrudin ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa di sekitar hutan bakau Desa Babaung atau 1 kilometer dari titik korban dilaporkan hilang di pinggir Sungai Mentaya.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Pulau Hanaut Iptu Ahmad Sobari membenarkan ditemukannya korban yang sempat dicari beberapa hari.

”Benar. Korban sudah kami temukan dalam keadaan tak bernyawa pada Jumat (23/12) siang,” kata Ahmad Sobari dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (23/12).

Sobari menjelaskan, mayat korban ditemukan 1 kilometer dari tempat awal korban menghilang di pinggir Sungai Mentaya wilayah Desa Bapinang Hilir, Kecamatan Pulau Hanaut.

”Tidak ada tanda mencurigakan yang ditemukan di tubuhnya (korban) selain jasadnya sudah membusuk karena diakibatkan terlalu lama di dalam air,” jelas Kapolsek.

Baca Juga :  MIRIS!!! Harga Sakit, Petani Karet Kotim Kian Menjerit

Sobari menambahkan, saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah pamit dengan keluarganya untuk mencari udang di pinggir sungai Mentaya.

Sampai saat ini, pihak Kepolisian belum bisa memastikan apa sebenarnya menyebabkan korban hilang hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Namun, pihak keluarga menyebutkan bahwa semasa hidupnya, korban memiliki penyakit tanpa sebab yang membuatnya bisa pingsan dengan sendirinya.

”Hal ini masih kami selidiki. Yang pasti saat ditemukan tidak ada tanda-tanda mencurigakan di tubuh korban,” tegasnya. (sir/fm)

 

Pos terkait