Polisi ’Nakal’ Dipecat, Berprestasi Diberi Penghargaan

polisi pecat
PECAT : Prosesi pemecatan salah satu oknum personel Polda Kalteng yang tersandung kasus narkoba.ISTIMEWA

PALANGKA RAYA,Radarsampit.com – Ultimatum Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo soal anggota yang terlibat tindak pidana, sekaligus instruksi mengungkap  kasus perjudian, narkoba, illegal mining maupun logging, penyelundupan serta penyalahgunaan BBM dan LPG langsung ditanggapi jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng).

Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto melalui Kabidhumas Kombes Pol. K. Eko Saputro menyebutkan, ada beberapa personel saat ini masih menjalani proses hukum, baik terkait pelanggaran tindak pidana maupun kode etik kesatuan.

Bacaan Lainnya

“Beberapa personel saat ini berproses, baik kode etik maupun lainnya. Semua dilakukan pemeriksaan intensif. Makanya bagi anggota yang melanggar akan dikenakan sanksi dan yang berprestasi dilakukan penghargaan,” kata Eko tanpa merinci yang bermasalah.

Eko menekankan, Polda Kalteng sangat berkomitmen untuk menindak personel yang melakukan pelanggaran, terbukti sudah beberapa orang yang dilakukan pemecatan tahun ini. Baik terkait disertasi maupun tindak pidana hingga penyalahgunaan narkotika.

“Seperti kemarin, penindakan di internal dan satu orang dipecat karena berkaitan dengan narkoba, itu membuktikan komitmen Kapolda Kalteng. Ada anggota melakukan pelanggaran akan ditindak, baik ringan apalagi fatal dan berat sampai dilakukan pemecatan.Tetapi jika ada yang berprestasi, maka akan diberikan penghargaan,” tegas perwira menengah Polri ini.

Eko menekankan agar seluruh personel agar dapat melaksanakan tugas secara baik dan profesional, sehingga secara terus menerus mendapatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Apabila ada personel Polri yang kedapatan melanggar ataupun terlibat dalam beberapa hal yang diatensikan tersebut, Seperti dikatakan bapak Kapolri untuk tidak akan ragu untuk melakukan penindakan, baik itu kepada para personel, pejabat di kewilayahan.Jika memang melakukan pelanggaran dan terbukti,” lanjutnya.

Eko menyebutkan, semua personil menjaga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri saat ini, sebab masyarakat tingkat kepercayaan terhadap Polri sangat tinggi.

”Makanya secara konkret Kapolda Kalteng menekankan seluruh jajarannya betul-betul bisa memberikan langkah terbaik untuk masyarakat,” tambahnya.

Dia menyampaikan, Kepolisian juga berkomitmen mengungkap semua kasus kejahatan, baik perjudian, illegal mining, narkotika dan mafia tanah.

“Kita sudah melakukan berbagai kegiatan rutin (patroli) di semua wilayah baik di Polres maupun Polsek jajaran,” tegasnya.

Sekadar diketahui jumlah tindak pidana pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2021 mengalami penurunan dari 2.742 kasus menjadi 2.529 kasus turun 213 kasus atau (-8 persen). Sedangkan untuk penyelesaian juga mengalami penurunan dari 2.101 kasus menjadi 2.050 kasus, turun 50 kasus (-2 persen).

Untuk kejahatan konvensional menduduki jumlah kasus yang terbanyak namun untuk jumlah kasusnya mengalami penurunan, dari 1.955 kasus turun menjadi 1.739 kasus (-11 persen).

Kasus narkotika selama tahun 2021, berhasil mengungkap 639 perkara, dengan rincian 633 kasus narkotika dan enam kasus obat berbahaya. Namun bila dibandingkan pada tahun 2020 sebanyak 628 perkara sehingga tahun 2021 mengalami kenaikan kasus sebanyak 11 kasus atau 1,7 prsen. (daq/fm)

 

 

Pos terkait