Posko PPKM Mikro di Gumas Aktif Lagi

Posko PPKM Mikro
Wabup Gumas Efrensia LP Umbing (tengah), Sekda Gumas Yansiterson (ujung kanan), dan anggota DPRD Rayaniatie Djangkan, saat rakor evaluasi satgas Covid-19, Jumat (25/6).(istimewa)

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melakukan rapat koordinasi (rakor) dan evaluasi satuan tugas (satgas) Covid-19 setempat. Hal ini menindaklanjuti perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan penyebaran Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan.

”Dari pelaksanaan rakor itu, pelaksanaan PPKM berbasis mikro di Kabupaten Gumas sudah berjalan dengan baik, hingga ke tingkat RT dan RW. Semua aman dan terkendali, sehingga kasus positif Covid-19 di daerah kita tidak terlalu tinggi,” ucap Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing, Jumat (27/6).

Bacaan Lainnya

Nantinya dalam pelaksanaan PPKM berbasis mikro lanjut dia, satgas Covid-19 harus membuat surat edaran mengenai petunjuk yang detail terkait penerapan protokol kesehatan (prokes), terutama ketika acara yang mengumpulkan orang banyak.

”Dengan surat edaran tadi, masyarakat akan sadar dan memahami pentingnya mentaati prokes untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tukasnya.

Baca Juga :  Petir Sambar Enam Orang Sekaligus, Dua Langsung Tewas

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gumas Yansiterson meminta kepada seluruh desa dan kelurahan agar menggencarkan PPKM berbasis mikro, dengan melakukan koordinasi seluruh unsur terlibat, baik itu Ketua RT, RW, bhabinkamtibmas, babinsa, dan Satpol PP.

”Lurah dan Kepala Desa (Kades) juga harus menggandeng tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda, karang taruna, dan relawan lain, di dalam posko PPKM berbasis mikro tadi,” terangnya.

Yansiterson menegaskan, keberadaan posko PPKM berbasis mikro ini harus dibangun oleh desa dan kelurahan dengan memanfaatkan anggaran yang ada, untuk menjaga masyarakat dari penyebaran Covid-19.

”Setelah rakor ini, akan ada surat penegasan lebih lanjut kepada camat, lurah, dan kades, untuk mengaktifkan seluruh posko PPKM berbasis mikro yang ada,” tandasnya.

Terkait vaksinasi tambah dia, harus lebih diyakinkan lagi kepada masyarakat, terutama kelompok lanjut usia (lansia) bahwa vaksinasi Covid-19 itu aman dan halal. Selama ini, mereka termakan berita hoaks sehingga takut untuk divaksin, sehingga hal itu yang harus dibenahi kedepan untuk perbaikannya.(arm/gus)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *