SAMPIT – Produksi komoditas padi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data statistik pertanian (SP) 2020, sasaran luas tanam, luas panen, produktivitas dan produksi komoditas padi tahun 2020 ditetapkan dengan luas tanam 19.337 ha, luas panen 18.355 ha, produktivitas 34,00 ha dan produksi 62.412 ton.
Sementara itu, realisasi produksi padi sebesar 82.218 ton gabah kering giling (GKG). Angka produksi padi meningkat sebesar 1,51 persen (0,54 kw atau Ha) dari 33,46 menjadi 34 kw, jika dibandingkan pada angka tetap 2019. Sedangkan luas panen naik dari 20.465 ha menjadi 24.138 ha atau meningkat 17,95 persen.
”Peningkatan ini terjadi dari tahun 2019 ke 2020. Untuk tahun 2021 diperkirakan rilis Juni 2022,” kata Sepnita, Kepala Dinas Pertanian Kotim.
Dalam meningkatkan produksi padi, Pemkab Kotim telah melakukan kegiatan yang didanai APBN Tugas Pembantuan Pusat. Salah satunya budidaya padi gogo sawah seluas 945 ha.
Kegiatan budidaya padi gogo sawah dilaksanakan di lima kecamatan, yakni Kecamatan MB Ketapang dengan luas tanam 100 ha untuk dua kelompok tani (poktan), Pulau Hanaut dengan luas tanam 425 ha untuk 16 poktan, Mentaya Hilir Utara dengan luas tanam 75 ha untuk 3 poktan, Kotabesi dengan luas tanam 195 ha untuk 5 poktan dan Seranau dengan luas tanam 150 ha untuk 4 poktan.
Bantuan yang diterima kelompok tani berupa benih padi 50 kg per ha, kapur dolomit 100 kg per ha, pupuk hayati cair 3 liter per ha, herbisida 3 liter per ha dan pupuk NPK 50 kg per ha.
”Kegiatan budidaya padi gogo sawah diharapkan dapat memberian konstribusi terhadap produksi padi, namun karena kondisi hujan yang tidak normal maka terjadi pergeseran jadwal tanam yakni November – Desember 2020 sehingga terjadi carry over produksi di tahun 2021,” tandasnya. (hgn/ign)